Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan

Bantuan · Komunitas · Portal · Isi pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini, yang sedang diteliti dengan lup, menandakan calon artikel pilihan yang sedang didiskusikan di Wikipedia.

Di sini komunitas menentukan artikel apa yang menjadi artikel pilihan. Artikel pilihan adalah karya terbaik komunitas Wikipedia yang memenuhi kriteria artikel pilihan.

Pengusul calon diharapkan untuk memperbaiki artikel berdasarkan masukan yang diterima di sini. Suatu artikel tidak boleh diusulkan menjadi artikel pilihan bersamaan waktu dengan diusulkan jadi artikel bagus.

Untuk mendapatkan status artikel pilihan, artikel tersebut harus mencapai konsensus yang menyetujui bahwa artikel yang diusulkan sudah memenuhi kriteria. Konsensus ditetapkan setelah komunitas menyetujuinya. Apabila setelah waktu yang lama masukan terhadap artikel belum diperbaiki atau konsensus tidak dapat dicapai, usulan akan ditolak. Pengusulan yang disetujui maupun ditolak nantinya diarsipkan di halaman terpisah setiap bulannya, lihat arsip pengusulan disetujui dan ditolak bulan ini.

Daftar Isi

Artikel pilihan:

Prosedur pengusulan

  1. Sebelum mengusulkan calon, pastikan bahwa artikel tersebut sudah memenuhi semua kriteria artikel pilihan.
  2. Berikan {{StatusAP nominasi}} pada halaman pembicaraan artikel yang diusulkan.
  3. Buat halaman pengusulan:
  4. Salin tulisan ini: {{/nama artikel}}, kemudian sunting bagian Usulan pada halaman yang sedang anda baca saat ini, dan tempelkan yang telah Anda salin di paling atas daftar calon. Ganti "nama artikel" dengan judul artikel yang Anda usulkan.

Peninjauan artikel

Untuk pengusul

  • Pengusul haruslah bertanggung jawab atas usulannya. Artinya, ia harus siap untuk membaca dan menerapkan isi saran-saran dari pengguna lain, atau memberikan penjelasan yang mendalam apabila ia tidak setuju dengan sarannya
  • Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan mutu artikel yang diusulkan. Tidak perlu merasa tersinggung atas saran-saran yang diberikan, karena tujuannya baik, yaitu untuk menyempurnakan artikel

Untuk pembaca

  • Untuk menanggapi pengusulan, klik "Sunting sumber" pada kanan judul artikel (Bukan "Sunting sumber" pada paling atas halaman ini)
  • Dimohon untuk tidak sekadar memberikan suara setuju ataupun tidak setuju, tetapi berikanlah peninjauan terhadap isi artikel yang telah diusulkan. Komentar-komentar singkat yang tidak membangun seperti "bagus sekali" tidak akan digubris atau bahkan dapat dihapus sewaktu-waktu. Walau demikian, suara tersebut tidak berpengaruh terhadap pengusulan karena sistem ini tidak mewajibkan adanya pemberian suara. Suara tersebut lebih menekankan kepada pengguna lainnya bahwa Anda sudah selesai dan tidak sedang meninjau atau menunggu jawaban.
  • Jangan malu atau segan memberi saran. Walaupun artikel sudah bagus dan menurut Anda sang penulis lebih "pintar" dibanding Anda, pasti tetap ada celah-celah yang bisa diperbaiki
  • Untuk menekankan perkataan atau kalimat yang hendak dikomentari, dapat digunakan {{xt}}, {{font color}}, atau templat warna yang tersedia di sini
  • Bila sebuah komentar telah terselesaikan, beri {{sudah}} di bawah komentar. Bila sebuah komentar tidak terselesaikan, beri {{belum}} di bawah komentar

Penerimaan artikel

  • Untuk menerima usulan AP, semua prasyarat berikut harus terpenuhi:
  1. Sudah ada konsensus kalau isi artikel sudah sesuai kriteria AP
  2. Peninjauan sudah dilakukan secara komprehensif, artinya peninjau terlihat sudah membaca dan menimbang artikel tersebut dengan mendalam
  • Untuk menjaga kenetralan, pengusul maupun penulis utama artikel tidak boleh menjadi orang yang menutup diskusi dengan status "diterima"
  • Kalau sudah ada peninjauan menyeluruh, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 14 hari
  • Pengusulan bisa tetap dibiarkan terbuka selama maksimal 3 bulan kalau belum ada yang meninjau
  • Usulan AP dapat ditutup tanpa penerimaan, apabila salah satu prasyarat berikut telah dipenuhi:
  1. Pengusul menarik usulannya
  2. Mutu artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan
  3. Jika terlalu banyak peninjau yang menyatakan kualitas artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan (dengan menjelaskan alasannya), usulan dapat ditutup
  4. Saran-saran yang masuk akal dan wajar sudah diberikan, tetapi tidak ditanggapi atau dikerjakan
  5. Peninjauan sudah berjalan 3 bulan, tetapi kriteria penerimaan di atas belum terpenuhi

Setelah disetujui

Suatu artikel yang sudah disetujui menjadi artikel pilihan akan dihapus dari halaman ini lalu didaftarkan terlebih dahulu ke halaman arsip, halaman artikel pilihan menurut topik, dan halaman jadwal usulan.

Usulan

CATATAN PENUTUP

Usulan ini ditutup karena para peninjau merasa artikelnya masih belum memenuhi kriteria AP. Namun demikian, artikel ini disarankan untuk diusulkan sebagai Artikel Bagus.  Mimihitam  13 September 2019 18.14 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Pencalonan artikel ini dikembalikan kepada pengusulnya.


Ave Maryam

Pengusul: Hanamanteo (b • k • l) · Status:    Selesai

Sama halnya seperti Kucumbu Tubuh Indahku, sutradara juga mengungkapkan kekhawatiran akan pemboikotan film, tetapi film ini bernasib lebih baik karena tidak diboikot beramai-ramai oleh warganet yang bahkan tidak menonton film sama sekali. Malahan, warganet sempat menyesalkan ketiadaan adegan seks yang dianggap sangat berpengaruh terhadap penceritaan film.

Penulisan artikel diusahakan sudah berdasarkan sumber-sumber yang ada. Sekalipun film ini ditonton hampir 100.000 penonton, tetapi sumber-sumber yang mewartakan film ini sangat sedikit. Komentar membangun diharapkan demi mutu artikel yang lebih bernas. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 27 Juni 2019 08.00 (UTC)

Komentar dari Albertus Aditya

  • " Pihak keuskupan di Semarang [7]", sepertinya terputus dari penggalan kata (yang entah dari mana)
  • " 26 November 2016.Para pekerja yang terlibat dalam produksi bekerja dengan sukarela tanpa dibayar sepeser pun." Kurang spasi antarkalimat.
  • Tanggapan masyarakat dan review film? Kritik?
    • Lihat bagian #Tema dan gaya. Sejauh ini saya belum menemukan berita yang mewartakan tanggapan masyarakat atas film ini. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 11 Juli 2019 13.00 (UTC)
  • "sehingga meninggalkan kawan-kawannya sesama biarawati". Apakah Maryam menjadi suster atau hanya orang yang bekerja di sana? Kalau memang menjadi suster seharusnya dijelaskan [pada bagian alur] karena awalnya hanya sebagai "karyawati" di panti jompo, bukan seorang biarawati.
  • Film ini meraih penghargaan [1] yang seharusnya bisa dituliskan.
  • Di referensi Medcom: "Syuting Ave Maryam dilakukan di Semarang dan Yogyakarta. Terhitung ada sembilan hari syuting yang dilakukan pada November 2016. Meski terbilang singkat, Robby mengenang hal mengesankan dalam proses produksi film Ave Maryam.", namun di artikel tertulis di Surabaya. Bisa dicek?
  • Mungkin bisa dibandingkan juga [jika ada] dengan film lain yang menceritakan adegan serupa, atau film lain berlatar agama, secara khusus agama Katolik.

Sementara itu saja dahulu. Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 05.27 (UTC)

Beberapa poin sudah saya balas. Berhubung karena akhir-akhir ini memiliki kesibukan di dunia nyata, saya mencoba mengerjakan pelan-pelan. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 11 Juli 2019 13.00 (UTC)
  • Untuk bagian pemeran, sepertinya daftarnya belum lengkap, minimal tidak sebanding dengan daftar pada paragraf pembuka. Bagian ini juga tidak didukung dengan referensi. Mungkin ini komentar terakhir dari saya untuk peninjauan artikel ini. Jika memang peninjau lain merasa cukup, saya rasa juga sudah cukup untuk bagian lainnya. Salam. 31 Agustus 2019 02.59 (UTC) (cc: @Mimihitam:)
    • Sudah dikembalikan seperti sebelumnya. Alur juga sudah diperkaya dengan menyertakan ketiga pemeran yang belum disebutkan. Soal rujukan, memang bagian #Alur dan #Pemeran biasanya tidak bermasalah jika tidak diberi rujukan. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 31 Agustus 2019 13.00 (UTC)
      • Sepertinya tetap harus diberikan rujukan. Saya bandingkan misal dengan ? (film)#Pemeran. 1 September 2019 06.17 (UTC)
        • Karena sebagian besar pemeran di situ dijelaskan dengan panjang lebar, sehingga perlu diberi rujukan. Sementara AP lainnya bertema film, Aruna & Lidahnya, juga tidak ada rujukan di bagian #Pemeran. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 1 September 2019 09.00 (UTC)

Komentar dari HaEr48

Selain mengikuti kriteria KAP, aku juga coba mengikuti saran-saran di en:Wikipedia:Manual_of_Style/Film#Primary_content. Tentu saja ini bukan kebijakan resmi di id.wp, tapi menurutku sangat masuk akal digunakan sebagai dasar meninjau.

Tanggapan umum

Dari kriteria KAP agaknya artikel ini harus diperbaiki lagi, terutama dari segi komprehensif. Lihat komentar di bawah mengenai apa-apa saja yang aku rasa hendaknya ditambahkan. HaEr48 (bicara) 11 Juli 2019 21.57 (UTC)

Bagian utama
Plot
  • Catatan kedua merupakan analisis atau reaksi terhadap adegan film, bukan bagian ringkasan plot. Hendaknya dimasukkan ke tubuh artikel pada bagian yang cocok.
Pemeran
  • Mila, Martin dan Dinda tidak disebutkan di "Plot", mungkin bisa ditambahkan deksripsi singkat (misal: Olga Lydia sebagai Suster Mila, teman XYZ)
Produksi
  • Hendaknya dijelaskan asal ide film ini, misal siapa yang memulai, siapa yang mencetuskan atau memutuskan temanya, bagaimana tim awal terbentuk. Kalau sekarang, terasa tiba-tiba, tim dan ide sudah ada sendiri dan langsung menyurati pihak keuskupan.
    • Sayangnya sumber yang membahas produksi film tergolong sedikit, jadi saya hanya bisa menulis bagian ini berdasarkan sumber yang ada.
  • Bagaimana dengan biaya produksi dan siapa yang menanggung
  • Perekrutan pemeran ( selain Maudy ) dan kru perlu disebutkan juga, serta jika ada alasan mereka dipilih. Agar runut mungkin disebutkan di awal sebelum proses produksi
    • Sayangnya saya hanya berhasil menemukan sumber yang membahas keterlibatan Maudy dengan lebih rinci dibanding pemeran lainnya. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 12 Agustus 2019 08.00 (UTC)
  • post-production (penyuntingan, special effects, musik dsb) hendaknya dibahas. Lihat di en:Wikipedia:Manual_of_Style/Film#Production banyak saran-saran bagus.
  • Di infobox dan bagian utama disebutkan sutradara adalah Ertanto sedangkan di bagian produksi disebutkan "Sutradara Joko Anwar", apa maksudnya?
    • Selesai Selesai Joko Anwar sebenarnya bekerja sebagai sutradara, tetapi dalam film ini ia terlibat sebagai pemain. Dihilangkan agar tidak membingungkan. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 17 Juli 2019 09.00 (UTC)
Tema
  • tetapi hanya Olga yang beraliran Katolik. Perlu dijelaskan, misal "di antara para pemeran hanya Olga Lydia yang beraliran Katolik".
Penayangan
  • "Film ini ditayangkan pada 11 April 2019": kalimat-kalimat sebelumnya juga menyebutkan penayangan. Apa yang spesial dari tanggal ini?
    • 11 April adalah tanggal penayangan di seluruh bioskop Indonesia. Sebelumnya, film ini terlebih dahulu ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 30 November 2018. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 17 Juli 2019 09.00 (UTC)
  • Lokasi penayangan bioskop hendaknya ditambahkan (di sini disebutkan)
  • Sepertinya sumber yang dikutip menganggap 80.000 tergolong sedikit, mungkin bisa disebutkan dia artikel agar pembaca yang tidak tahu standarnya berapa bisa mengerti.
  • Apa ada informasi mengenai pendapatan kotor ?
Tanggapan

Perlu ditambahkan juga tanggapan pengamat mengenai kualitas/performa film termasuk penilaian, pujian dan kritik. Kalau ada rating berangka juga bisa disebutkan.

Sudah dijelaskan di #Tema dan gaya. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 18 Juli 2019 09.00 (UTC)
Kalau #Tema dan Gaya sekarang kan cuma ada analisis tema, gaya maupun adegan-adegan yang ada di film. Kalau yang berbentuk penilaian (termasuk skor rating), pujian atau kritik juga perlu agar pembaca bisa memperkirakan kualitas film.  HaEr48 (bicara) 30 Agustus 2019 14.13 (UTC)
Pujian dan kritik kiranya sejak lama sudah dicantumkan di bagian itu. Agar jelas, saya memisahkan kritik latar belakang Maryam dari paragraf sebelumnya. Soal nilai dalam angka, sayangnya kebanyakan ulasan film yang dimuat di berbagai media seringkali tidak memuat nilai dalam angka. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 1 September 2019 09.00 (UTC)
Pranala
Gambar
  • 2 gambar yang digunakan sudah pantas dan dapat diterima status hak ciptanya
  • Pertimbangkan tambahkan poster/cover sebagai identifikasi
Sumber
  • Sumber kebanyakan adalah media massa dan online. Mungkin idealnya ada juga sumber yang lebih tematis atau akademis, tetapi sepertinya cuma inilah yang bisa diharapkan mengingat topiknya.
  • Beberapa fakta aku cross-check dan sepertinya artikel tidak menyimpang dari sumber.

-- HaEr48 (bicara) 11 Juli 2019 21.57 (UTC)

Lanjutan

@HaEr48 apakah sudah puas dengan tanggapan-tanggapannya, terutama dari segi kriteria komprehensif?  Mimihitam  30 Agustus 2019 13.38 (UT

@Mimihitam: Kalau menurutku, banyak informasi yang tergolong inti (misal lihat tinjauan bagian #Produksi dan #Tanggapan di atas) yang belum dibahas oleh artikel. Menurut penulis ini karena tidak adanya sumber, jadi tidak bisa dibilang kesalahan penulis, tetapi "lubang"-nya banyak sekali kalau mengikuti en:Wikipedia:Manual_of_Style/Film#Primary_content yang menurutku cukup bagus dijadikan standar. Mungkin ini yang dimaksud "Tidak semua artikel bisa menjadi AP", karena sebagian topik tidak tersedia bahan yang cukup untuk jadi komprehensif. Kalau untuk AP aku netral saja deh, mengikut pendapat peninjau-peninjau lain saja soal hal ini. Kalau misalnya dicalonkan jadi AB aku akan mendukung. HaEr48 (bicara) 30 Agustus 2019 14.18 (UTC)
Minta pendapat peninjau lain @Albertus Aditya? Dan memohon jawaban dari Hanamanteo  Mimihitam  30 Agustus 2019 14.21 (UTC)
Bung Albertus Aditya, bagaimana menurut Bung? HaEr48 (bicara) 7 September 2019 13.54 (UTC)
@HaEr48 sudah dijawab oleh orangnya di atas.. intinya sama seperti mas HaEr. Kalau sudah gini gimana ya?  Mimihitam  7 September 2019 14.03 (UTC)
Izin diubah jadi sub-bagian dan saya ubah indentasinya ya. Dari saya sendiri, masih tidak setuju untuk jadi AP. Saya (dan HaEr) sepakat bahwa kontennya masih cukup banyak yang dapat dikembangkan terutama pada bagian mendasar (bandingkan dengan komentar HaEr dan saya). Dengan demikian artikel ini belum seutuhnya memenuhi kriteria "Komprehensif", terutama jika dibandingkan dengan AP lain dengan tema yang sama. Salam. Albertus Aditya (bicara) 8 September 2019 08.03 (UTC)
Terima kasih pendapatnya bung Albertus Aditya. Aku cenderung setuju, kalau begitu usulku kita tidak meluluskan dulu, kecuali bisa diperbaiki. HaEr48 (bicara) 10 September 2019 13.56 (UTC)

@Albertus Aditya @HaEr48 kalau begitu apakah mau ditutup dulu usulannya, dan lalu langsung diusulkan jadi AB?  Mimihitam  10 September 2019 20.04 (UTC)

Saya sepakat untuk menutup pengusulan ini, jika memang dari Pengusul belum dapat mengerjakannya sekarang. Untuk pengusulan menjadi AB saya kembalikan ke Pengusul juga, tetapi saya rasa layak untuk status AB. Salam. Albertus Aditya (bicara) 10 September 2019 21.21 (UTC)
@Mimihitam: Masih belum ada perbaikan, jadi setuju sih ditutup dulu. Diusulkan AB juga aku setuju. HaEr48 (bicara) 13 September 2019 17.59 (UTC)

Komentar dari Glorious Engine

Saya cuma minta saran penambahan isi aja, ada beberapa sumber & konten yang kebetulan belum dicantumkan dalam artikelnya:

Kiranya bisa ditambahkan pada bagian #Penyensoran dan durasi, seperti artikel en:Wreck-It_Ralph#Concept_and_story misalnya:

"At this point, a fourth game world, Extreme Easy Living 2, would have been introduced and was considered a "hedonistic place" between the social nature of The Sims and the open-world objective-less aspects of Grand Theft Auto, according to Moore.[48]"

--Glorious Engine (bicara) 12 Juli 2019 03.00 (UTC)

Kalau dibaca situs web yang Anda sertakan dengan baik-baik, kedua adegan yang dimaksud tidak termasuk adegan yang dipotong. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 18 Juli 2019 09.00 (UTC)

Komentar dari Mimihitam

Peninjauan umum
  • "Ditulis dengan baik" berarti bahwa prosanya memiliki alur dan perumusan kalimat yang baik, bahkan luar biasa.
    • Penilaian peninjau: ya, artikel ini ditulis dengan alur dan penggunaan diksi yang baik.
  • "Komprehensif" berarti bahwa artikel membahas semua fakta dan rincian utama serta tidak memiliki pranala merah yang terlalu banyak.
    • Penilaian peninjau: Artikel sudah cukup lengkap, mungkin sulit untuk ditambahkan lagi karena sumbernya terbatas, tetapi mohon dicek lagi apakah ada informasi soal proses produksi dan juga soundtracknya. Informasi tentang tanggapan dari kritikus juga bisa ditambahkan di artikelnya.
      • Soal produksi, saya hanya bisa menemukan sedikit sumber, sementara sama sekali tidak ada satupun sumber yang mewartakan jalur suara. Ulasan mengenai film sudah dibahas di bagian #Tema dan gaya. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 22 Agustus 2019 02.00 (UTC)
        • @Hanamanteo Tentang tanggapan dari kritikus bagaimana?  Mimihitam  30 Agustus 2019 13.41 (UTC)
          • Sebenarnya pujian dan kritik dari para pengulas sudah ada sejak lama. Saya bahkan sudah memisahkan kritik dari paragraf sebelumnya agar terlihat lebih jelas. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 1 September 2019 09.00 (UTC)
  • "Fakta akurat" berarti bahwa pernyataan-pernyataan dapat dipastikan ke sumber tepercaya dan secara akurat merepresentasikan materi pengetahuan yang terpublikasi. Pernyataan didukung dengan bukti spesifik dan kutipan luar (lihat pemastian dan sumber tepercaya); ini mencakup pengisian bagian "Referensi" yang mencantumkan sumber, dilengkapi dengan kutipan dalam badan artikel.
    • Penilaian peninjau: Rujukan juga sudah lengkap dan sumbernya layak semua.
  • "Netral" berarti bahwa artikel mewakili pandangan secara adil dan tanpa bias (lihat sudut pandang netral); namun, artikel tidak harus memberikan liputan terhadap pandangan minoritas secara berimbang.
    • Penilaian peninjau: gaya bahasanya netral dan dingin meskipun topiknya agak sensitif.
  • "Stabil" berarti bahwa artikel bukan merupakan bahan perang suntingan dan bahwa isinya tidak berubah secara berarti dari hari ke hari; pembalikan vandalisme dan pengembangan berdasarkan usulan peninjau tidak termasuk dalam pengertian ini.
    • Penilaian peninjau: mungkin bisa berubah dalam waktu dekat, tetapi tidak terlalu masalah, karena perubahannya kemungkinan akan terkait dengan festival film/penghargaan dan hal ini tidak terlalu sulit untuk diperbaharui
  • Bagian pembuka yang menyimpulkan seluruh topik dan menyiapkan pembaca untuk rincian lebih lanjut dalam bagian-bagian berikutnya
    • Penilaian peninjau: Sudah merangkum artikel dengan cukup baik, mungkin bisa ditambahkan soal jumlah penonton dan penyensorannya
  • Sistem hierarki judul yang baik
    • Penilaian peninjau: YaY
  • Bagian daftar isi yang cukup tapi tak berlebihan (lihat bantuan bagian)
    • Penilaian peninjau: YaY
  • Catatan kaki yang konsisten, misal dengan metode referensi pendek seperti Badu (2010), hlm. 2. Lihat mengutip sumber untuk informasi metode pemformatan referensi yang disarankan, dan informasi yang perlu dicantumkan.
    • Penilaian peninjau: YaY
  • Memiliki gambar yang tepat untuk subjek, dengan keterangan gambar yang mencukupi dan status hak cipta yang dapat diterima.
    • Penilaian peninjau: Gambar Madame Bovary menurutku agak terlalu dipaksakan untuk dimasukkan. Mungkin bisa dihilangkan saja
  • Memiliki panjang yang pantas, tetap fokus pada topik utama tanpa terlalu menggali rincian yang tak perlu (lihat gaya ringkasan).
    • Penilaian peninjau: Proporsi yang pas untuk sebuah artikel tentang film Indonesia
Komentar khusus
  • "Ini menyebabkan Maryam jadi sering pulang telat" --> "telat" sepertinya tidak baku
  • Pertimbangkan untuk ganti kata "ditakrifkan" dengan istilah yang lebih mudah dipahami
    • Abad Pertengahan: "Berlaksa-laksa orang dari seluruh lapisan masyarakat berdatangan dari seluruh pelosok Eropa dan merebut Yerusalem pada 1099." Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 31 Juli 2019 10.00 (UTC)
    • @Hanamanteo jangan mengalihkan subjek pembicaraan, mohon untuk disesuaikan penggunaan istilahnya dengan yang lebih mudah dipahami orang. Saya sendiri harus google istilah itu untuk paham maksudnya apa.  Mimihitam  31 Juli 2019 10.57 (UTC)
    • Saya lihat istilahnya sudah tidak ada di halamannya, berarti sudah tidak masalah.  Mimihitam  30 Agustus 2019 13.41 (UTC)
  • @Hanamanteo Beberapa media juga menyoroti ucapan Monic pada adegan terakhir film. CNN Indonesia menyebut "Jika surga saja belum pasti untukku, buat apa nerakamu menjadi urusanku?".[12] Detik menyebut "Jika surga belum pasti untukku, untuk apa aku mengurusi nerakamu?".[17] Beritagar menyebut "Jika surga belum pasti untukku, buat apa aku mengurusi nerakamu?".[18] Medcom menyebut "Kalau surga belum pasti buat saya, buat apa saya mengurus nerakamu?".[19] Media Indonesia menyebut dengan lebih lengkap: "Aku mengerti betul perasaanmu. Menetapi kaul, atau mengikuti pada apa yang tak terlihat. Jika surga belum pasti untukku, mengapa aku harus mengurusi nerakamu?"[20] --> ini kenapa beda-beda ya?  Mimihitam  31 Agustus 2019 08.39 (UTC)
    • Saya juga agak heran dengan hal seperti itu, tetapi jika sumber sudah menulis demikian, apa harus dimanipulasi juga? Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 7 September 2019 09.03 (UTC)

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.
CATATAN PENUTUP

Artikel ini diterima sebagai AP setelah mendapatkan 2 peninjauan sejawat. Terima kasih atas partisipasi pengusul dan peninjau.  Mimihitam  17 Juli 2019 13.49 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Maria Magdalena

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l) · Status:    Selesai

Di kalangan awam, namanya dikenal dari novel dan film The Da Vinci Code dan berita soal Injil Istri Yesus. Di kalangan teolog, sosoknya dicampuradukkan dengan banyak tokoh perempuan dalam Alkitab (Maria saudari Martha, perempuan yang mengurapi Yesus, perempuan pezina yang dihadapkan ke Yesus, perempuan di sumur, dlsb) Saya pikir akan ada banyak orang yang penasaran mengenai informasinya --Glorious Engine (bicara) 25 Juni 2019 09.20 (UTC)

Komentar dari Albertus Aditya

  • "Tidak seperti Rasul Paulus, Maria Magdalena tidak meninggalkan karya-karya tulis sendiri", kenapa hanya dibandingkan dengan Paulus?
    • Yang benar-benar meninggalkan surat-surat yang ditulis langsung itu Paulus. Kalo Injil Yohanes, Markus, Lukas, Matius, Wahyu itu dari murid-muridnya rasul tersebut, bukan rasul itu sendiri, meskipun dalam tradisi disebutnya justru ditulis langsung dengan rasul-rasul tersebut --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.09 (UTC)
      • Petrus?
        • Surat Petrus ada yang nyangkal soalnya: en:First_Epistle_of_Peter#Authorship
          "Graham Stanton rejects Petrine authorship because 1 Peter was most likely written during the reign of Domitian in AD 81, which is when he believes widespread Christian persecution began, which is long after the death of Peter."
          Kalo Paulus seenggaknya ada 4-7 yang nggak diragukan lagi (1 & 2 Korintus, Roma, Galatia): en:Authorship_of_the_Pauline_epistles#Undisputed_epistles
          "There is no record of scholarly doubt concerning authorship until the 19th century when, around 1840, German scholar Ferdinand Christian Baur accepted only four of the letters bearing Paul's name as genuine, which he called the Hauptebriefe (Romans, 1 & 2 Corinthians, and Galatians)."
          --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.46 (UTC)
    • Pertanyaan mendasarnya, kenapa harus dibandingkan [dengan Rasul Paulus]? Jadi, langsung saja, Maria Magdalena tidak meninggalkan karya tulis, menurut saya.
      • @Albertus Aditya: Sebenarnya isi kalimat selengkapnya membandingkan Maria Magdalena dengan semua murid Yesus. Dari segi peninggalan karya tulis sendiri, ia dibandingkan dengan Rasul Paulus, tokoh yang paling diyakini sebagai penulis surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru (berbeda dari surat-surat Petrus, Yohanes, Yakobus, & Yudas yang seringkali masih dipertanyakan kebenarannya sebagai karya tulis yang sungguh-sungguh ditulis sendiri oleh Pertus, Yohanes, Yakobus, & Yudas), sementara dari segi karya-karya tulis yang "mencatut" nama besar seseorang, ia dibandingkan dengan murid-murid Yesus selebihnya (misalnya Injil Tomas, Injil Petrus, Injil Yudas, maupun surat-surat selain surat-surat Paulus dalam PB yang bagi sebagian pihak dianggap masih berpeluang digolongkan sebagai karya-karya tulis yang "mencatut" nama tokoh terkenal).تابيق ~ Japra (obrol) 29 Juni 2019 11.12 (UTC)
        • Halo Mas Japra Jayapati (bicara). Sebelumnya terima kasih atas kontribusinya untuk artikel ini. Tentang poin ini, saya bisa mencoba paham faktanya walaupun tidak sepenuhnya yakin dengan sangkalannya secara pribadi, namun sepertinya hanya membandingkan dengan Paulus dengan pemilihan kalimat tersebut kurang relevan. Mungkin jika memang ingin dipertahankan poinnya, kalimatnya diubah demikian, "Seperti para rasul lainnya selain [daripada] Paulus [ataupun para rasul lain yang diragukan tentang tulisannya], Maria Magdalena tidak meninggalkan karya tulis [apapun], [...]." Salam. Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 11.24 (UTC)
          • Selesai Selesai "Tak seperti Rasul Paulus" saya sembunyikan saja --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 20.29 (UTC)
  • "dalam kegiatan dakwah Yesus", dakwah per KBBI dikaitkan dengan agama Islam. Mungkin bisa dipilih kata lain. Hal ini berlaku juga untuk penggunaan kata yang sama pada bagian lain.
    • Saya ganti jadi pelayanan --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.09 (UTC)
      • Pelayanan agak kurang tepat rasanya. Di sini lebih ada penekanan bahwa ini diucapkan/dikatakan, pewartaan mungkin?
  • "Keterangan bahwa Maria Magdalena pernah dirasuki tujuh roh jahat diriwayatkan kembali dalam Markus 16:9", kata kembali merujuk ke mana? Agak janggal sebagai kalimat pembuka.
    • Kan dari penjelasannya itu didahului sama pernyataan dari ayat Lukas yang dicantumkan di tengah-tengah masa pelayanan, sementara pada Markus justru bagian akhir. Memang sih Markus lebih dulu ditulis ketimbang Lukas, tapi penempatan penjelasannya berbeda, Lukas di bagian tengah dan lebih lengkap, dan Markus di bagian belakang dan sekilas. --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.28 (UTC)
      • YaY Saya terlewat pernyataan dalam kotaknya.
        • Saya rasa lebih tepat juga di sini alih-alih kembali.
  • "sangat tidak mungkin Yesus historis pernah mengajarkan kesetaraan penuh", mungkin kata historis bisa diganti sesuai judul artikelnya saja.
    • Kata historis disini merujuk kepada masa hidup di dunia, sementara kan ada banyak kesaksian soal kemunculan Yesus, Maria, dlsb yang justru terjadi setelah masa hidup dari figur yang bersangkutan, contoh Bunda dari Fatima, Bunda dari Lourdes, dlsb. Kalo nggak ada kesaksian semacam itu ya nggak perlu pake keterangan historis. --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.28 (UTC)
      • Saya sepakat dengan penjelasannya, namun saya lebih mengusulkan kata "Yesus sebagai tokoh dalam sejarah", sesuai judul artikelnya.
        • Saya ganti jadi "Yesus pada masa hidup". Tapi kalo "Maria Magdalena historis wafat" saya pertahankan saja, agak aneh kalo saya sebut "Maria Magdalena pada masa hidup wafat (???)" --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 20.33 (UTC)
        • @Glorious Engine @Albertus Aditya Aku nggak setuju dengan "pada masa hidup" karena jadi mengaburkan makna dari kata "historical Jesus". Yang mau ditekankan di sini adalah Yesus sebagai tokoh sejarah secara objektif berdasarkan hasil penelitian akademis, kalau "pada masa hidup" jadi nggak tertangkap makna yang menekankan aspek ini. Saranku sih biarkan saja "Yesus historis", atau kalau mau ya "Yesus sebagai tokoh sejarah"  Mimihitam  29 Juni 2019 20.35 (UTC)
  • " lagi pula salah satu kenyataan tersahih dari riwayat hidup Yesus". Kata lagi pula tidak terlalu penting di sini, mungkin kata namun atau tetapi lebih cocok.
  • "Yesus mengajarkan bahwa di dalam Kerajaan Allah, yang kedatangannya sudah di ambang pintu itu, akan terjadi penjungkirbalikan peranan, dan orang-orang yang tertindas akan ditinggikan" mungkin bisa dijelaskan sumber biblis nya?
  • "disusun sesudah Maria Magdalena historis wafat,[8][5] dan pada umumnya dianggap bukan sumber informasi yang andal mengenai riwayat hidupnya oleh para ahli.[8][5][97]". Urutannya apakah bisa disesuaikan?
    • Urutan bagian halamannya ? Bisa sih dibegitukan, tapi nanti bakal ada kejadian misal "karya dibuat abad ke-3, tapi karyanya diyakini adalah hasil salinan dari karya abad ke-1" atau "karya diyakini dibuat abad ke-2, tapi ternyata malah dibuat abad ke-5" --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.28 (UTC)
      • Maksudnya penomoran referensinya.
  • "menerbitkan maklumat yang mengentaskan ibadat peringatan" mengentaskan?
  • sama seperti ibadat peringatan para rasul (khusus untuk Petrus dan Paulus, ibadat hari peringatannya bertaraf solemnitas). bertaraf?
    • Ganti jadi "bersifat" --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.28 (UTC)
      • Dalam konteks ini (Katolik) mungkin lebih cocok (selain dari peringatan Petrus dan Paulus yang merupakan solemnitas). Lebih lanjut, solemenitas agak janggal sebenarnya, peringatan Petrus dan Paulus --hari ini-- merupakan Hari Raya (solemnity) [2].
        @Albertus Aditya: Sebagaimana yang Saudara ketahui, hari-hari peringatan peristiwa atau tokoh penting dalam Gereja Katolik memang ada taraf-tarafnya (tingkatan-tingkatannya), yaitu taraf memoria atau memoriale (peringatan wajib), festum (pesta), dan solemnitas (hari raya). Menurut saya, tidak ada yang salah dalam penggunaan istilah "taraf" dalam kalimat ini. Kalau masih keberatan, mungkin dapat diganti dengan "tingkatan" atau jenjang, karena sekalipun semuanya adalah hari peringatan, kadar pentingnya dinilai berbeda, jadi ada jenjangnya.تابيق ~ Japra (obrol) 29 Juni 2019 11.21 (UTC)
        • Japra Jayapati Saya lebih condong ke tingkat untuk konteks ini secara spesifik. Bisa dibandingkan dengan sumber-sumber lain yang umumnya menggunakan tingkat dan tidak menggunakan taraf. Salam. Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 11.27 (UTC)
  • "tetap sama seperti biasanya" biasa ini merujuk ke mana? Sebelumnya ini adalah Peringatan Wajib (PW), di mana bacaan sudah dipilih secara khusus untuk hari itu, tidak mengikuti lingkaran bacaan harian.
    • Saya ganti jadi "tetap diperlakukan sama", karena setau saya ada tradisi (non-doktrinal) sendiri-sendiri dalam kelompok-kelompok Katolik (Ritus Timur, Tradisionalis, Karismatik, Liberal, Ordo, dlsb) --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 07.33 (UTC)
      • Sepertinya mungkin konteksnya harus dipahami lebih dalam. "remained the same as they were", ini kan bahasa Inggrisnya? The same ini, menurut saya, merujuk kepada peringatan itu sendiri pada saat masih merupakan Peringatan Wajib. Jadi, bacaan dan doa dalam Misa dan Ibadat Harian masih menggunakan bacaan dan doa yang sama; namun prefasi-nya berbeda. Untuk membuktikan pernyataan Anda tersebut, mungkin harus dibandingkan, misal apakah ada kelompok tertentu yang menjadikan Peringatan Maria Magdalena sebagai Hari Raya (karena dibandingkan dengan Gereja Universal yang sudah menjadikannya sebagai "Pesta"). Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 08.08 (UTC)
        • Pembahasannya Katolik sekali, saya cuman bilang ada tradisi berbeda dalam kelompok-kelompok Katolik, tapi bukan dalam hal peringatan Magdalena. Coba tanya @Japra Jayapati: & @Bennylin: --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 20.29 (UTC)

Sementara itu dulu. Gaya penulisannya mungkin bisa dibaca ulang agar dapat dipahami lebih baik. Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 05.48 (UTC)

@Albertus Aditya: Terima kasih atas segala koreksinya.تابيق ~ Japra (obrol) 29 Juni 2019 16.21 (UTC)

Komentar dari Mimihitam

Aku lihat artikelnya sangat bagus dan menjelaskan subjek dengan komprehensif. Selain itu, artikel ini juga akan sangat membantu orang-orang yang tertarik dengan topik Kekristenan untuk mengetahui siapa itu Maria Magdalena dan mana saja yang merupakan mitos tentangnya (misalnya penyamaan Maria Magdalena dengan perempuan pezina, saya lihat banyak orang Kristen Indonesia yang menganut kesalahpahaman ini). Namun demikian, saya juga ada beberapa masukan. Hal yang perlu diperhatikan terutama adalah penggunaan istilah "sudah tentu" yang perlu diubah jadi "kemungkinan", "kemungkinan besar", dll, sesuai konteks.

Referensi

Referensinya masih perlu dirapikan dan diubah jadi sfn. Untuk yang nggak jelas halamannya (seperti "the Abbey of Vesoul" in William Caxton's translation" dan "Golden Legend") aku sarankan untuk memakai opsi pencarian di google books atau cari sumber yang lain.

  • Selesai Selesai Saya pake sumber ini ya --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 20.39 (UTC)
    • Boleh saja, tapi catatan kakinya belum dirapikan semuanya. Kalau misalkan terlalu banyak, dikerjakan pelan2 juga nggak apa2.
      • Bung Mimi bantu donk, saya selaku pengusul sejak sistem lama belum terbiasa sama sistem sfn, apalagi ni artikel perlu ngejalanin tahap konversi ke sistem sfn. Selain kalo artikelnya memang sudah bersistem sfn dari en.wiki atau emang artikelnya dimulai dari nol. --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 21.25 (UTC)
    • @Glorious Engine aku udah bantu sedikit untuk rujukan yang halamannya belum ada. Tapi itu masih banyak rujukan dengan halaman yang belum dirapikan, dimohon kesediaannya untuk merapikannya dulu, nanti yang nggak jelas halamannya bakal aku bantu carikan.  Mimihitam  30 Juni 2019 17.34 (UTC)

Saya sudah merapikan referensi-referensi buku jauh-jauh hari. Sisanya itu referensi dari website, jurnal dan referensi buku yang bikin saya bingung (misal nomor halamannya nggak ada, nama penulisnya nggak ada, dlsb) Sistem sfn kan hanya berlaku untuk referensi buku, referensi website bisa dipertahankan (contoh Vladimir_Lenin#cite_note-556, Josef_Stalin#cite_note-873). Coba minta @Bagas Chrisara:, kayaknya dia ahli dalam merapikan referensi --Glorious Engine (bicara) 1 Juli 2019 01.00 (UTC)

@Glorious Engine saya bukan ngomongin soal website. itu masih banyak sumber buku yang belum dirapikan loh (termasuk yang halamannya sudah ada).  Mimihitam  1 Juli 2019 20.17 (UTC)

Ada 4 sumber buku ya yang demikian. Sudah saya ubah jadi sfn tuh. Kalo masih ada yang masih perlu diubah lagi mungkin bisa memberitahukannya secara lebih rinci --Glorious Engine (bicara) 1 Juli 2019 21.56 (UTC)

@Mimihitam: Update: 2 sumber sudah di-convert ke format sfn --Glorious Engine (bicara) 13 Juli 2019 01.29 (UTC)
@Mimihitam: Update: 5 sumber karya Abdul Baha sudah saya ubah ke format sfn, apa masih ada yang kurang ? --Glorious Engine (bicara) 14 Juli 2019 00.13 (UTC)
Glorious Engine Terima kasih, tapi masih ada beberapa sumber buku yang terlewat, nanti akan dibantu oleh Albertus Aditya.  Mimihitam  14 Juli 2019 07.38 (UTC)
@Mimihitam: Semua ref pada bagian rujukan sudah diubah ke format sfn --Glorious Engine (bicara) 16 Juli 2019 12.09 (UTC)
@Glorious Engine: Harap dipastikan daftar pada bagian Rujukan bisa nyambung ke Kepustakaan atau Web. Saya ambil contoh 5 versi Baha yang Anda ubah, itu tidak nyambung ke Kepustakaan atau Web. Salam. Albertus Aditya (bicara) 16 Juli 2019 12.15 (UTC)
@Albertus Aditya: 5 ref Baha sudah nyambung ke bagian Kepustakaan, silahkan cek --Glorious Engine (bicara) 16 Juli 2019 12.26 (UTC)
@Glorious Engine: Masih ada beberapa yang lain yang belum tersambung. Untuk yang Baha ok. Kalau bisa dari 299 list itu memang dicek satu per satu. Salam. Albertus Aditya (bicara) 16 Juli 2019 12.30 (UTC)
Pake format ini kan: |ref=CITEREF[nama_penulis][nama_tahun]}}
Beberapa sumber sudah saya begitukan tuh. Mungkin bisa bantu crosscheck lagi --Glorious Engine (bicara) 16 Juli 2019 12.49 (UTC)
@Glorious Engine: Ya, bisa seperti itu. Saya cek masih ada yang belum terhubung. Sebagai pengusul AP ini, saya rasa Anda bertanggung jawab untuk memeriksanya, dan juga bertanggung jawab atas kontribusi Anda sendiri. Peninjau di sini hanya memberikan pemeriksaan walaupun juga bisa menyunting. Dalam arti, jika dari Anda sebagai pengusul sudah yakin semuanya dan memang sudah diperiksa, peninjau tinggal memeriksa sedikit lagi. Salam. Albertus Aditya (bicara) 16 Juli 2019 12.52 (UTC)
@Albertus Aditya: Nggak masalah kok bung, bung Haer aja bantu-bantu ngelengkapin dan ngerapihin tuh Kleopatra dan Pertempuran Amorion pas masih pengusulan. Tuh kayaknya udah saya perbaiki semua. --Glorious Engine (bicara) 16 Juli 2019 13.48 (UTC)
Berarti memang saya tidak sebaik HaEr. Saya masih menemukan beberapa referensi yang tidak terhubung, antara lain:
  • 14 ^ Meyer & de Boer 2004, hlm. 74–96.
  • 27 ^ May 1977, hlm. 91.
  • 39 ^ a b Ricci 1994, hlm. 51–161.
  • 194 ^ Townsend 2008, hlm. 147.
  • 247 ^ McLaughlin 2003
  • 259 ^ Coletti 1997, hlm. 94.
  • 276 ^ Boer 2004, hlm. 190.
Mohon agar dapat diperbaiki. Albertus Aditya (bicara) 16 Juli 2019 23.13 (UTC)
Hahaha... bisa aja responnya. Ya udah tuh, Selesai Selesai saya perbaiki --Glorious Engine (bicara) 17 Juli 2019 00.15 (UTC)
Untuk Townsend masih belum terhubung. Lalu, juga daftar ini (karena sudah hampir selesai) saya rasa bisa diurutkan sebagaimana penulisan kepustakaan pada umumnya. Juga, di bawah sendiri ada "^ Hurtado 2003.", bisa dibantu perbaiki? Salam. Albertus Aditya (bicara) 17 Juli 2019 00.21 (UTC)

Selesai Selesai 2 ref itu udah saya tangani. Trus juga kepustakaannya sudah diurutkan menurut abjad. --Glorious Engine (bicara) 17 Juli 2019 01.10 (UTC)

Paragraf pembuka
  • Sepertinya perlu dikasih pranala/penjelasan singkat apa itu "apokrif"
  • Secara keseluruhan bagian pembukanya bagus sekali. Selain merangkum isi artikel dengan baik, bagian pembukanya juga mempersiapkan pembaca untuk menggali lebih dalam tentang Maria Magdalena.
Peran serta dalam pewartaan Yesus
  • "Maria Magdalena tentunya pernah mengalami" --> hapus kata "tentunya", karena Wikipedia harus deskriptif, bukan argumentatif, jadi saat memaparkan argumen ahli harus netral gaya bahasanya. Alternatifnya bisa diganti jadi "kemungkinan besar"
  • "Sudah tentu kesembuhan karena dilepaskan dari kuasa tujuh roh jahat inilah yang membuat Maria Magdalena menjadi sedemikian setianya berbakti pada Yesus" --> "sudah tentu" jadi "Kemungkinan"
  • "atau dianggap tidak cukup seru untuk diceritakan" --> "seru" rasanya kurang baku.. mungkin bisa ganti jadi "menarik"
  • "Karena Maria Magdalena adalah salah seorang dari perempuan-perempuan yang menyokong pewartaan Yesus dengan kucuran dana, maka sudah tentu ia tergolong relatif kaya." --> ganti jadi "dapat disimpulkan bahwa ia tergolong relatif kaya"
  • "Menurut Bart D. Ehrman, gagasan ini sudah tentu memikat dan menggugah kaum perempuan pada zaman itu, " --> ganti "sudah tentu" jadi "kemungkinan dapat"
Saksi mata penyaliban dan penguburan Yesus
  • "karena umat Kristen sudah tentu tidak akan mengarang-ngarang cerita bahwa saksi-saksi mata utama dalam peristiwa penyaliban Yesus adalah kaum perempuan" --> di sini penggunaan "sudah tentu" membuat kalimatnya jadi tidak netral dan seperti dakwah. Ganti jadi "kemungkinan besar"
  • "Menurut E. P. Sanders, mungkin kaum perempuan tampil menjadi saksi mata peristiwa penyaliban Yesus, manakala murid-murid lelaki justru kocar-kacir melarikan diri, karena lebih kecil kemungkinan bagi mereka untuk ditangkap, karena mereka lebih berani daripada kaum lelaki, atau karena kedua-duanya.[56]" --> mereka di sini merujuk ke kaum perempuan kan? Mungkin perlu diganti jadi "murid wanita"?
  • "Bart D. Ehrman mencermati bahwa memang nasib seperti inilah yang paling lazim dialami para korban penyaliban,[61] tetapi berpendapat bahwa nasib jenazah Yesus tidak mungkin dapat diketahui secara pasti begitu diturunkan dari salib" --> tambahkan "ia" sebelum "berpendapat"
  • " "Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lain tentunya tidak pernah benar-benar melihat kubur Yesus" --> ganti jadi "kemungkinan"
Kebangkitan Yesus
  • "jelas-jelas dapat ditelusuri kembali sampai pada sosok Maria Magdalena historis." --> hapus jelas-jelas
  • "maka sudah barang tentu umat Kristen Perdana tidak punya motif untuk mengarang-ngarang sebuah cerita bahwa orang pertama yang mendapati kubur Yesus sudah kosong adalah seorang perempuan" --> ganti jadi "kemungkinan besar"
  • "umat Kristen Perdana tentu akan sangat terdorong untuk menampilkan Petrus, murid terdekat Yesus semasa hidupnya, sebagai orang pertama yang mendapati kubur Yesus sudah kosong" --> hapus kata "tentu"
  • "dengan mengemukakan bahwa kisah kubur kosong pastilah cerita karangan belaka yang baru muncul belakangan karena nyaris tidak mungkin jenazah Yesus disemayamkan di dalam kubur jenis apa pun," --> ganti "pastilah" jadi "kemungkinan hanya cerita karangan", lalu tambahkan "menurutnya" sebelum "nyaris tidak mungkin".
  • "Dalam bukunya yang terbit pada tahun 2014, Bart D. Ehrman menyanggah argumen lamanya sendiri,[90] dengan mengemukakan bahwa kisah kubur kosong pastilah cerita karangan belaka yang baru muncul belakangan karena nyaris tidak mungkin jenazah Yesus disemayamkan di dalam kubur jenis apa pun,[90] dan jika jenazah Yesus tidak pernah dikubur maka tidak ada seorang pun pada masa itu dapat mengklaim bahwa kubur Yesus yang tidak ada itu didapati sudah kosong.[90] --> kalimatnya kepanjangan. Saranku penggal di bagian "dan jika", dan ubah jadi begini: "... di dalam kubur jenis apa pun. Selain itu, jika jenazah Yesus..."
  • "Ia berkesimpulan, gagasan bahwa umat Kristen Perdana sudah barang tentu "tidak punya motif" untuk mengarang-ngarang cerita ini hanyalah gagasan yang "miskin imajinasi",[91]" --> hapus "sudah barang tentu"
  • "kaum perempuan sendiri sudah barang tentu sangat terdorong untuk mengarang-ngarang sebuah cerita tentang perempuan sebagai orang pertama yang mendapati kubur Yesus sudah kosong" --> ganti jadi "kemungkinan"
  • "Kendati demikian, di kemudian hari ia menyimpulkan bahwa Maria Magdalena..." --> ganti "ia" jadi Ehrman
    • Selesai Selesai --Glorious Engine (bicara) 29 Juni 2019 20.55 (UTC)
    • @Mimihitam: Menurut saya, mengganti kata "tentu" menjadi "kemungkinan besar" perlu kehati-hatian. Jika dikutip dari pendapat seseorang, maka menurut saya "tentu" harus dipertahankan. Di lain pihak, "tentu" tentu saja boleh dinetralkan menjadi "kemungkinan besar" jika terdapat dalam kalimat si penulis artikel.تابيق ~ Japra (obrol) 29 Juni 2019 11.35 (UTC)

@Japra Jayapati betul mas. Tadi saya sempat lihat ada kata tentu/pasti dalam kutipan dan yang itu nggak masalah.. cuma untuk bbrp yg lain aku lihat di versi Inggrisnya kata yg dipakai adalah "could have been" atau "would have been", jadi menurutku dalam konteks bahasa Indonesia tidak masalah untuk dilembutkan jadi kemungkinan besar..  Mimihitam  29 Juni 2019 12.43 (UTC)

@Mimihitam: Terima kasih. Atur aja Mas. Saya memang kesulitan menerjemahkan could/would have been.تابيق ~ Japra (obrol) 29 Juni 2019 14.05 (UTC)
Karya-karya tulis apokrif Kristen Perdana

Aku sudah baca bagian ini, terjemahannya bagus sekali, jadi aku tidak akan banyak mengomentari.

Zaman bapa-bapa Gereja
  • "Keterangan tertulianus ini mungkin merupakan indikasi bahwa jati diri..." --> Tertulianus huruf besar
Peninjauan

Baiklah aku sudah selesai membaca, berikut hasil peninjauanku.

  • "Ditulis dengan baik" berarti bahwa prosanya memiliki alur dan perumusan kalimat yang baik, bahkan luar biasa.
    • Penilaian peninjau: Artikel ini ditulis dengan sangat baik. Prosanya sangat indah, bahkan luar biasa. Alurnya juga secara runut membahas tokoh dari sudut pandang sejarah, keagamaan, dan tinggalan sejarah.
  • "Komprehensif" berarti bahwa artikel membahas semua fakta dan rincian utama serta tidak memiliki pranala merah yang terlalu banyak.
    • Penilaian peninjau: Artikelnya sangat lengkap. Yang dibahas tidak hanya sudut pandang teologi, tetapi juga sejarah dan bahkan dampak sejarahnya. Bahkan ada juga informasi tentang Maria Magdalena dalam Agama Bahaii.
  • "Fakta akurat" berarti bahwa pernyataan-pernyataan dapat dipastikan ke sumber tepercaya dan secara akurat merepresentasikan materi pengetahuan yang terpublikasi. Pernyataan didukung dengan bukti spesifik dan kutipan luar (lihat pemastian dan sumber tepercaya); ini mencakup pengisian bagian "Referensi" yang mencantumkan sumber, dilengkapi dengan kutipan dalam badan artikel.
    • Penilaian peninjau: Rujukan juga sudah lengkap dan sumbernya layak semua.
  • "Netral" berarti bahwa artikel mewakili pandangan secara adil dan tanpa bias (lihat sudut pandang netral); namun, artikel tidak harus memberikan liputan terhadap pandangan minoritas secara berimbang.
    • Penilaian peninjau: gaya bahasanya netral, dilihat dari sudut pandang keilmuan dan bukan dari sudut pandang agama tertentu.
  • "Stabil" berarti bahwa artikel bukan merupakan bahan perang suntingan dan bahwa isinya tidak berubah secara berarti dari hari ke hari; pembalikan vandalisme dan pengembangan berdasarkan usulan peninjau tidak termasuk dalam pengertian ini.
    • Penilaian peninjau: artikelnya tidak akan berubah banyak karena menyangkut tokoh keagamaan
  • Bagian pembuka yang menyimpulkan seluruh topik dan menyiapkan pembaca untuk rincian lebih lanjut dalam bagian-bagian berikutnya
    • Penilaian peninjau: Sudah merangkum artikel dengan sangat baik
  • Sistem hierarki judul yang baik
    • Penilaian peninjau: YaY
  • Bagian daftar isi yang cukup tapi tak berlebihan (lihat bantuan bagian)
    • Penilaian peninjau: YaY
  • Catatan kaki yang konsisten, misal dengan metode referensi pendek seperti Badu (2010), hlm. 2. Lihat mengutip sumber untuk informasi metode pemformatan referensi yang disarankan, dan informasi yang perlu dicantumkan.
    • Penilaian peninjau: Masih ada beberapa referensi buku yang perlu disfn-kan, dan agar buku-buku di daftar pustaka dijadikan cite book semua.
  • Memiliki gambar yang tepat untuk subjek, dengan keterangan gambar yang mencukupi dan status hak cipta yang dapat diterima.
    • Penilaian peninjau: YaY
  • Memiliki panjang yang pantas, tetap fokus pada topik utama tanpa terlalu menggali rincian yang tak perlu (lihat gaya ringkasan).
    • Penilaian peninjau: Proporsi yang pas untuk sebuah artikel tentang tokoh yang sangat penting dan berpengaruh dalam agama Kristen

 Mimihitam  14 Juli 2019 10.54 (UTC)

@Mimihitam: Semua daftar pustaka sudah dijadikan citation --Glorious Engine (bicara) 16 Juli 2019 12.26 (UTC)

@Glorious Engine jangan lupa ditambahkan juga nama penerbit, tempat penerbit, tahun terbit, nama penulis dll, seperti sumber2 yang lain yang dikutip di situ. Maaf sebelumnya, tapi ini salah satu kriteria AP sih, bahwa referensinya harus konsisten.  Mimihitam  16 Juli 2019 13.53 (UTC)

Kemarin perasaan udah diomongin, nggak semua sumber punya keterangan yang jelas, ada yang penerbit-nya nggak ada, ada yang tahunnya nggak ada, ada yang cuman judul doank dlsb. --Glorious Engine (bicara) 16 Juli 2019 13.57 (UTC)

@Mimihitam: Bagian "Bacaan lebih lanjut" sudah saya ubah ke format cite book --Glorious Engine (bicara) 17 Juli 2019 01.10 (UTC)

@Glorious Engine sudah OK kalau begitu. Saya Mendukung Mendukung pencalonan artikel ini. Terima kasih atas kerja keras dan kesabarannya.  Mimihitam  17 Juli 2019 09.00 (UTC)

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.
CATATAN PENUTUP

Diluluskan setelah tinjauan dari 3 peninjau, termasuk beberapa yang komprehensif. Terima kasih untuk penulis dan peninjau. HaEr48 (bicara) 23 Juli 2019 14.06 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui. HaEr48 (bicara) 23 Juli 2019 14.06 (UTC)


Pythagoras

Pengusul: Mimihitam (b • k • l) · Status:    Selesai

Artikel tentang filsuf Pythagoras yang sangat terkenal, tetapi banyak diselubungi mitos dan legenda. Artikel ini berusaha menjelaskan tokoh ini dari sudut pandang akademis.  Mimihitam  4 Juni 2019 12.19 (UTC)

Komentar dari Glorious Engine

  • "Salah satu tujuan penulisan kedua biografi ini adalah untuk dijadikan polemik dalam upaya membendung kebangkitan agama Kristen." kalimat polemics against the rise of Christianity. kok ditambahi "dalam upaya membendung" ? Mestinya cukup "polemik melawan kebangkitan Kristen" saja.
    Memang sengaja terjemahannya tidak harfiah, supaya lebih alami waktu dibaca.  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • "tetapi ia malah menyebutkan seorang anak lelaki yang bernama Mnesarkos (nama yang sama dengan ayah Pythagoras)." kata "malah" itu yang terjemahan Inggris-nya "only" bukannya seharusnya memakai kata "hanya". Trus juga bagian dalam kurung itu di versi Inggris-nya "after his grandfather", jadi harusnya "yang diambil dari nama kakeknya".
    "Malah" sudah aku ganti jadi "hanya". Untuk yang dalam kurung maknanya sebenarnya sama saja. Kakek dari "Mnesarkos" = ayah Pythagoras.  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • "Ajaran Pythagoras yang menekankan pengabdian dan pertarakan dianggap membantu Kroton mengalahkan dan menghancurkan tetangganya, Sibaris, pada tahun 510 SM." Kalimat aiding in Croton's decisive victory over the neighboring colony of Sybaris mestinya diterjemahkan jadi "membantu kemenangan mutlak Kroton atas koloni tetangganya, Sibaris"
    Memang sengaja terjemahannya tidak harfiah, supaya lebih alami waktu dibaca. Lagipula di bagian itu sebenarnya aku sudah cek langsung sumbernya, dan di situ memang ditulis kalau kota Sibaris itu dihancurkan.  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • "para muridnya yang setia berbaring di tanah agar dapat menjadi semacam "jembatan" bagi Pythagoras untuk melarikan diri dari lalapan api." Kalimat his devoted students laid down on the ground to make a path for him to escape by walking over their bodies across the flames like a bridge nggak diterjemahkan jadi "para murid setianya membantu Pythagoras untuk melarikan diri dari lalapan api dengan cara berjalan di atas/menginjak tubuh mereka yang berbaring di tanah dan membentuk jembatan" atau apalah (saya sendiri kurang yakin sama kalimat yang saya sarankan) Saya rasa pemakaian istilah "agar dapat menjadi semacam "jembatan"" agak aneh, sementara bagian by walking over their bodies sama sekali nggak diwakilkan dalam kalimat ini.
    Sudah aku sesuaikan jadi "para muridnya yang setia berbaring di atas tanah untuk membentuk "jembatan" yang dapat dilalui oleh Pythagoras untuk melarikan diri dari lalapan api"  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • "Pythagorean Merayakan Matahari Terbit (1869) karya Fyodor Bronnikov." nggak diterjemahkan jadi "Pythagorean Menyambut Fajar" saja.
    Selesai Selesai Bagus sekali  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • "Pengaruh terhadap Kekristenan awal", "Banyak tokoh Kristen awal yang mengagumi Pythagoras." Kata "Kekristenan awal" dan "Kristen awal" ganti jadi "gereja perdana"
    Selesai Selesai Bagus sekali  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • Bagian "Near the conclusion of the book, Kepler describes himself falling asleep to the sound of the heavenly music, "warmed by having drunk a generous draught... from the cup of Pythagoras."" nggak diterjemahkan ?
    Karena agak susah diterjemahkan. Daripada hasilnya jadi ngawur, mending aku nggak terjemahkan.  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • "...De Occulta Philosophia, menyebut Pythagoras sebagai seorang "magi keagamaan"..." Magi ganti jadi Majus (per penerjemahan Three Magi jadi Tiga orang majus)
    Selesai Selesai  Mimihitam  5 Juni 2019 16.07 (UTC)
  • Ref 28, 40, 41, 107 tolong disesuaikan dengan ref lainnya
    Selesai Selesai
  • "Beberapa penulis kuno menyajikan Pythagoras sebagai sosok yang vegetarian." Kalimat "Some ancient writers present Pythagoras as enforcing a strictly vegetarian diet." bukannya harusnya diterjemahkan jadi "Beberapa penulis kuno menyatakan bahwa Pythagoras memberlakukan gaya makan vegetarian yang ketat"
    Selesai Selesai
  • "Percy Bysshe Shelley menulis sebuah ode yang berjudul To the Pythagorean Diet" Kata "ode" dimiringkan dan diberi keterangan tanda kurung
    Ode sudah ada di KBBI, jadi tidak perlu dicetak miring. Untuk artinya bisa dilihat di artikelnya.  Mimihitam  6 Juni 2019 20.20 (UTC)
  • "Manuskrip Prancis dari tahun 1512/1514 yang menunjukkan Pythagoras sedang berpaling dari tumbuhan kacang babi dengan wajah yang muak." Kalimat "Pythagoras turning his face away from fava beans in revulsion" nggak diterjemahkan jadi "Pythagoras memalingkan wajahnya dari kacang babi dengan rasa jijik"
    Selesai Selesai  Mimihitam  6 Juni 2019 20.20 (UTC)
  • "Selain itu, pada akhir abad kelima SM, fakta ini sudah diterima oleh semua cendekiawan Yunani Kuno." this fact was universally accepted among Greek intellectuals nggak diterjemahkan saja jadi "fakta ini secara garis besar sudah diterima di kalangan cendekiawan Yunani" ?
    Sudah aku sesuaikan  Mimihitam  6 Juni 2019 20.20 (UTC)
  • "dan setiap buku memiliki tiga puluh tiga canto kecuali Inferno yang memiliki tiga puluh empat canto (yang pertama merupakan pengantar umum)." Kata canto dimiringkan dan dikasih keterangan dalam gurung
    Sudah aku miringkan. Untuk maknanya bisa tinggal klik artikelnya.  Mimihitam  6 Juni 2019 20.20 (UTC)
  • Dalam deskripsi Dante, terdapat lingkaran neraka kedelapan yang disebut malebolge, dan lingkaran ini sendiri terbagi menjadi sepuluh bolgia ("parit")." Kata bolgia dimiringkan
    Selesai Selesai
  • "dan bahwa bintang pagi dan senja adalah benda langit yang sama." Lebih umum disebut "bintang timur dan barat"
    Selesai Selesai

--Glorious Engine (bicara) 5 Juni 2019 12.50 (UTC)

Komentar oleh Hanamanteo

Bagian pembuka
  • Tulisan dalam bahasa Yunani mungkin bisa disertakan dengan teks Latin juga?
    Sudah ada sebenarnya, tapi templatnya tidak muncul. Sudah aku munculkan di bagian catatan.
  • "..., lahir sekitar tahun 570 - meninggal sekitar tahun 495 SM" Kiranya perlu ditambah SM agar pembaca tidak salah menyangka tahun yang dimaksud sebagai tahun Masehi.
    Sudah.
  • Apakah "Pythagorean" sesuai dengan bahasa Indonesia? Saya malah berfikir menggunakan "pythagoreanis" atau "penganut pythagoreanisme".
    Sudah aku ganti semua jadi "Pythagoreanis"
Sumber biografi
  • "Tidak ada tulisan asli buatan Pythagoras yang masih ada hingga zaman modern, dan juga hampir tidak ada keterangan mengenai kehidupannya yang dapat dipastikan kebenarannya." Sepertinya tidak perlu koma.
    Sudah aku penggal
  • "Penyair Herakleitos dari Efesos, ..." Terlalu panjang, pecah menjadi 2 kalimat.
    Sudah aku penggal
Disambiguasi
@Hanamanteo: apakah akan dilanjutkan lagi? HaEr48 (bicara) 16 Juli 2019 17.15 (UTC)

@HaEr48 Kalau melihat keterangan di pengusulan Ave Maryam, kelihatannya beliau sedang terlalu sibuk  Mimihitam  17 Juli 2019 20.29 (UTC)

Komentar HaEr48

Peninjauan umum

Berdasarkan kriteria WP:KAP:

  • "Ditulis dengan baik" berarti bahwa prosanya memiliki alur dan perumusan kalimat yang baik, bahkan luar biasa.
    • Ya. Penulisan kalimat sudah baik dan jelas untuk audiens Wikipedia Bahasa Indonesia. Ada beberapa saran silakan dilihat di bagian selanjutnya.
  • "Komprehensif" berarti bahwa artikel membahas semua fakta dan rincian utama serta tidak memiliki pranala merah yang terlalu banyak.
    • Hampir. Membahas riwayat hidup, pemikiran dan penemuan (termasuk hal-hal yang diketuahui umum tapi diragukan sejarawan, juga dibahas keakuratannya), pengaruh dan sumber-sumber sejarah. Saranku, untuk AP perlu ditambah juga bagian latar belakang menjelaskan kondisi intelektual pada zaman Pythagoras. Apa saja ide-ide maupun pemikiran utama yang ada di sekitar Pythagoras saat itu?
      @HaEr48 sebenarnya latar belakangnya sudah disisipkan di bagian "Riwayat". Contoh: "Pada masa ketika Pythagoras tumbuh besar, Samos merupakan pusat kebudayaan yang dikenal akan teknik arsitekturnya yang maju (seperti yang dapat dilihat dari pembangunan Terowongan Eupalinos) dan akan budaya berpestanya yang liar.[29] Pulau ini merupakan pusat perdagangan di Kepulauan Aegea, dan para pedagang membawa barang-barang dari kawasan Timur Dekat ke pulau tersebut.[2] Menurut Christiane L. Joost-Gaugier, para pedagang ini hampir pasti juga ikut membawa gagasan-gagasan dan tradisi-tradisi dari Timur Dekat.[2] Masa-masa awal Pythagoras juga beriringan dengan perkembangan filsafat alam di daerah Ionia.[30][22] Ia hidup sezaman dengan filsuf Anaksimander, Anaksimenes, dan sejarawan Hekataios; ketiga orang ini tinggal di kota Miletos yang terletak di daratan Anatolia tidak jauh dari Samos.[30]" Kalau mau lebih dari itu sepertinya nanti jadi terlalu melenceng dari artikelnya, padahal kriteria AP mewajibkan untuk fokus ke subjek utama.  Mimihitam  14 Juli 2019 08.24 (UTC)
  • "Fakta akurat" berarti bahwa pernyataan-pernyataan dapat dipastikan ke sumber tepercaya dan secara akurat merepresentasikan materi pengetahuan yang terpublikasi. Pernyataan didukung dengan bukti spesifik dan kutipan luar (lihat pemastian dan sumber tepercaya); ini mencakup pengisian bagian "Referensi" yang mencantumkan sumber, dilengkapi dengan kutipan dalam badan artikel.
    • Ya. Semua fakta penting diberi catatan kaki. Beberapa fakta aku spot check ke sumber aslinya dan tidak ditemukan penyimpangan.
  • "Netral" berarti bahwa artikel mewakili pandangan secara adil dan tanpa bias (lihat sudut pandang netral); namun, artikel tidak harus memberikan liputan terhadap pandangan minoritas secara berimbang.
    • Ya, tidak ada terlihat bias dari sudut pandang tertentu. Saat ada pertentangan antara para sejarawan, berbagai sudut pandang dijelaskan dan pengusungnya disebutkan.
  • "Stabil" berarti bahwa artikel bukan merupakan bahan perang suntingan dan bahwa isinya tidak berubah secara berarti dari hari ke hari; pembalikan vandalisme dan pengembangan berdasarkan usulan peninjau tidak termasuk dalam pengertian ini.
    • Ya. Artikel stabil dari perang suntingan atau perubahan besar-besaran.
  • Bagian pembuka yang menyimpulkan seluruh topik dan menyiapkan pembaca untuk rincian lebih lanjut dalam bagian-bagian berikutnya
    • Ya, bagian utama berisi ringkasan yang sangat memadai.
  • Sistem hierarki judul yang baik
    • Ya.
  • Bagian daftar isi yang cukup tapi tak berlebihan (lihat bantuan bagian)
    • Ya, memadai.
  • Catatan kaki yang konsisten, misal dengan metode referensi pendek seperti Badu (2010), hlm. 2. Lihat mengutip sumber untuk informasi metode pemformatan referensi yang disarankan, dan informasi yang perlu dicantumkan.
    • Ya, konsisten dan lengkap.
  • Memiliki gambar yang tepat untuk subjek, dengan keterangan gambar yang mencukupi dan status hak cipta yang dapat diterima.
    • Ya. Gambar pantas dan status hak ciptanya dapat diterima. Ada saran tambahan peta silakan dilihat di bagian selanjutnya.
  • Memiliki panjang yang pantas, tetap fokus pada topik utama tanpa terlalu menggali rincian yang tak perlu (lihat gaya ringkasan).
    • Ya. Panjang pantas untuk biografi tokoh yang ternama dan banyak dibahas seperti Pythagoras.
Tinjauan khusus
  • Setelah Kroton berhasil mengalahkan Sibaris… bagaimana kalau dijelaskan status atau hubungan dua nama ini. Misalnya "kota Kroton berhasil mengalahkan tetangganya Sibaris" (kalau benar)
    Di tubuh artikel sudah ada sebenarnya. Sudah aku tambahkan juga di paragraf pembuka.  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
  • Metamorphoses karya Ovidius: tambahkan label tempat/waktu Ovidius, misal "penyair zaman Romawi". Tokoh-tokoh legendaris dunia barat seperti ini sering tidak dikenal dalam konteks Indonesia.
    Selesai Selesai  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
  • "bukan yang paling tidak penting": bagaimana kalau "bukan yang paling remeh" atau "bukan yang terendah" agar lebih singkat dan tidak banyak negasi
    Selesai Selesai  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
  • Perlu ditambahkan peta dunia Yunani kuno yang menunjukkan lokasi Samos dan kalau bisa daerah-daerah lain yang disebutkan di Riwayat
    Selesai Selesai
  • Selaraskan kapitaliasi "phytagoreanisme" atau "phytagoreanis" (sebagian diawali huruf kapital)
    Selesai Selesai  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
  • Pertimbangkan istilah "phytagorean" (agaknya akhiran -an jarang dalam bahasa Indonesia). Mungkin phytagoris lebih tepat?
    Sudah dibahas oleh Hanamanteo di atas, yang dipakai sekarang adalah "pythagoreanis"  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
  • majus keagamaan/religious magi: lebih cocok "majus beragama" (disini "religious" diterjemahkan dalam arti kualifikasi si pythagoras beragama) atau "majus keagamaan" ("religious diterjemahkan sebagai kualifikasi majusnya)?
    Meminta pendapat Japra Jayapati  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
@Mimihitam: Frasa yang digunakan dalam sumber adalah "religious magus". "Magus" punya arti ganda, bisa berarti pendeta/rohaniwan agama Majusi, bisa juga berarti pemeluk agama Majusi atau pengamal ajaran-agama/ilmu-pengetahuan/ilmu-kebatinan/ilmu-sihir Majusi (magician). Religious sebagai kata sifat dapat berarti "taat" (tekun mengamalkan ajaran agama). Mengingat ada sumber yang mengatakan bahwa Pitagoras pernah berguru pada Zarathustra, maka dugaan saya "a religious magus" berarti "seorang Majusi (pemeluk agama Majusi/pengamal ilmu Majusi) yang taat".تابيق ~ Japra (obrol) 14 Juli 2019 10.34 (UTC)
@Japra Jayapati terima kasih banyak atas penjelasannya, sudah saya sesuaikan di artikelnya.  Mimihitam  14 Juli 2019 10.40 (UTC)
  • gambaran (image) : apakah "bayangan" lebih cocok dengan yang dimaksud?
    Selesai Selesai  Mimihitam  14 Juli 2019 08.30 (UTC)
  • Aku ada beberapa revisi, silakan diperiksa jika ada yang tidak cocok: [3]
    Terima kasih

--HaEr48 (bicara) 11 Juli 2019 20.56 (UTC)

Terima kasih tanggapannya. Setuju Setuju artikel ini diangkat sebagai AP. HaEr48 (bicara) 14 Juli 2019 16.32 (UTC)

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.
CATATAN PENUTUP

Artikel ini diterima sebagai AP setelah mendapatkan 5 komentar. Terima kasih atas partisipasi pengusul dan peninjau. Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 04.58 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Rumah panggung Betawi

Pengusul: Olobaho (b • k • l) · Status:    Selesai

Orang Betawi tinggal di habitat yang beragam mulai dari pesisir hingga daerah aliran sungai. Umumnya rumah darat yang lantainya menyatu dengan tanah, lebih dikenal sebagai rumah tradisional Betawi ketimbang rumah berkonsep panggung. Rumah panggung umumnya berada di wilayah Pesisir, Pinggir, dan Udik (atau disebut juga Ora). Keberadaannya tinggal sedikit, atau boleh dibilang menuju kepunahan. Sebagai tema perlombaan Wiki Jelajah tentu saja artikel ini pasti banyak kekurangannya. Untuk itu saya memohon agar artikel ini mendapatkan bimbingan dan masukan dari teman-teman.

Komentar dari Hanamanteo

Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • Jika terdapat 3 objek atau lebih yang disebutkan bersamaan dan disambungkan dengan "dan" dan "atau", selalu diberi koma sebelum "dan" dan "atau", seperti "Tionghoa, Arab, India, dan Portugis".
    • Selesai Selesai
  • Kata "Cina" di artikel ini mestinya diubah menjadi "Tionghoa", kecuali "petai cina" yang tidak bisa diubah menjadi "petai tionghoa".
    • Selesai Selesai terimakasih Pak masukannya
  • Fondasi, bukan pondasi.
    • Selesai Selesai
  • Rezeki, bukan rejeki.
    • Selesai Selesai
  • Sub- tidak perlu menggunakan tanda hubung jika kata dasarnya tidak menggunakan huruf kapital, jadi yang tepat adalah "subetnis".
    • Selesai Selesai
  • Penggunaan "di" sebagai kata depan harus dipisah, jadi bukan "diantara"
    • Selesai Selesai
Bagian pembuka
  • Mengingat pertandingan Wiki Jelajah sudah berakhir, mestinya catatan kaki di bagian ini bisa dihapus mengingat bagian pembuka adalah rangkuman dari tubuh artikel yang sudah dikutip catatan kaki yang sama. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 28 Mei 2019 05.00 (UTC)
    Sebenarnya ini tidak wajib sih, walaupun memang disarankan.  Mimihitam  4 Juni 2019 15.07 (UTC)
Sejarah
  • Pranalakan "bahasa Melayu Kreol" ke bahasa dagang dan kreol Melayu, bukan bahasa kreol.
    Selesai Selesai
  • "Suku Betawi sendiri merupakan hasil akulturasi antar etnis nusantara dan bangsa yang bermigrasi dan menetap di Batavia." Hilangkan salah satu di antaranya.
    Selesai Selesai
  • "Sebut saja Suku Sunda, Jawa, Makassar, Bugis, Malaka, Ambon, Sumbawa dan lain-lain." Gabung ke kalimat sebelumnya.
    Selesai Selesai
  • "Mereka terdiri dari: Betawi Pesisir, Tengah, Pinggir dan Betawi Udik (atau disebut juga dengan Betawi Ora)." Tidak perlu titik dua.
    Selesai Selesai
  • Hindari penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua seperti "kita", kecuali jika memang tertulis dalam pernyataan asli. Saya juga menemukan penggunaan "kita" di bagian lainnya, jadi mohon ditulis ulang.
    Selesai Selesai
  • Subbagian Pengaruh Asing mestinya ditulis layaknya paragraf biasa alih-alih butiran-butiran semata.
    Selesai Selesai
  • "Pada 9 Oktober 1740 Belanda membantai ribuan orang Tionghoa, karena dituding membuat keonaran." Tidak perlu koma.
    Selesai Selesai
  • "Banyak unsur rumah etnis Tionghoa yang dipakai dalam rumah Betawi, baik dalam penerapan fungsi maupun penyebutan nama unsur dimaksud." Ini juga.
    Sepertinya koma justru dibutuhkan di sini supaya lebih mudah dibaca.  Mimihitam  4 Juni 2019 15.10 (UTC)
Sumber
  • Selalu letak catatan kaki setelah titik, bukannya sebelum titik.
    • Selesai Selesai
      • Saya masih menemukan banyak sekali catatan kaki yang diletakkan sebelum titik, mohon diperbaiki. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 20 Mei 2019 07.00 (UTC)
        • Selesai Selesai lupa maaf Pak
  • Banyak sekali paragraf yang tidak mengutip satupun rujukan.
    Sedang saya kerjakan Pak (tadinya saya pikir 2 paragraf atau lebih dalam halaman yang sama yang saya kutip, cukup satu saja)
    Sudah saya kerjakan Pak, mohon dicek :)
    • Selesai Selesai
  • Saya kurang yakin Dekoruma dapat dijadikan rujukan, lihat deskripsinya: "PT Dekoruma Inovasi Lestari (www.dekoruma.com) merupakan perusahaan startup teknologi multinasional yang berpusat di Jakarta."
  • Penulisan daftar pustaka (termasuk juga bagian #Bacaan lanjutan) harus diurutkan berdasarkan alur abjad dari A sampai Z.
    • Selesai Selesai
  • Tanjung (2018) tidak memiliki ISBN.
    • Selesai Selesai
  • Supriatna (2006) tidak layak karena merupakan buku pelajaran sekolah.
    • Selesai Selesai kelupaan drop maaf
Disambiguasi

Komentar dari Mimihitam

Saya mau tinjau dari segi sumber dulu. Semua sumber yang berupa skripsi S1 (Listiyanti, Kusumawardhani, dan Adi) perlu diganti jadi sumber yang lebih ilmiah seperti buku, jurnal, atau minimal disertasi S3, karena skripsi S1 biasanua quality controlnya kurang, tidak seperti jurnal yang sudah melalui peninjauan sejawat. Laporan penelitian Abdullah, Rahmat Faiz sepertinya juga lebih mirip skripsi dan belum melalui peer review.

Terima kasih sebelumnya  Mimihitam  2 Mei 2019 07.04 (UTC)

  • Terimakasih Pak Mimihitam, mohon maaf saya baru tahu kalau thesis dan skripsi tidak dianjurkan, but saya pasti akan kerjakan masukan-masukannya
    Dear Pak Mimihitam, saya sudah kerjakan revisi/penggantian perihal literatur tesis dan skripsi yang tidak dianjurkan. Namun, akhirnya artikel yang saya revisi jadi berbeda. Bagaimana Pak? Mohon dicek :)
    Sudah OK  Mimihitam  4 Juni 2019 15.10 (UTC)

Komentar dari Dhio270599

Halo!

Sebagai orang asal Cilincing, saya mau apresiasi dulu buat contoh rumahnya :)

Tapi memang, mengulangi yang dibahas Kak Hanamanteo, rujukan per paragraf itu penting banget (syarat wajib, malah) apalagi kalau mau masuk Artikel Pilihan. Seenggaknya, harus ada satu rujukan di akhir paragraf. Itu standar minimal buat peletakan rujukan. Nah, rujukan itu pun juga harus betul-betul cocok secara substansi dengan teks yang ditulis di artikel calon AP, dan nggak boleh bikin kesimpulan atau tafsiran baru dari rujukan itu. Kalau masuk calon AP, rujukan-rujukannya pasti bakal dicek, kayak yang mau dicek Bang Mimihitam di atas.

Itu buat pengantar aja. Dalam waktu dekat, saya bakal ngoreksi lebih detail. Semangat! Wah ada orang Cilincing juga hehehe... terimakasih Pak Dhio270599.

  • Dengan senang hati menerima masukannya, saya sedang mengerjakan masukan dari Pak Hanamanteo

Dhio270599 2 Mei 2019 12.41 (UTC)

Terima kasih kembali :) nah, ini periksaan dari saya:
Bagian pembuka
  • "Menyesuaikan kondisi lingkungan di mana rumah itu didirikan": hindari kata "di mana" karena frasa itu nggak baku. Sebaiknya diganti "tempat"
    Selesai Selesai
Latar belakang
  • "1960an": agar baku, ganti dengan "1960-an"
    Selesai Selesai
  • "Diantara" -> "Di antara"
    Selesai Selesai
  • "Letak wilayah etnis Betawi secara geografis memang berdekatan dengan wilayah kebudayaan Sunda dan Jawa menjadi penyebab utamanya" -> tambah "yang" di antara "Betawi" dan "secara" agar lebih efektif
    Selesai Selesai
  • "Dikatakan demikian karena mulai dari penciptaan ....... berbagai budaya tadi, diwariskan secara turun-temurun .......":
    • Tambah "Arsitektur rumah Betawi" sebelum "dikatakan demikian" (agar susunan subjek-predikat di awal lebih jelas)
      Selesai Selesai
    • "Mulai dari" bagusnya dihapus (agar "penciptaan struktur" dan seterusnya bisa masuk sebagai subjek, bukan keterangan di kalimat)
      Selesai Selesai
    • Tanda koma sebelum "diwariskan" bagusnya dihapus
      Selesai Selesai
  • "Pada saat saat itu" --> "Pada saat itu" atau "pada masa itu" (agar lebih efektif)
    Selesai Selesai
  • "Akibat aturan tersebut maka letak rumah-rumah ..." -> "Akibat aturan tersebut, letak rumah-rumah ..." (agar lebih efektif)
    Selesai Selesai
  • "Penduduk yang tinggal di kawasan pesisir bentuk rumahnya panggung" --> ganti ke "Penduduk yang tinggal di kawasan pesisir memiliki bentuk rumah panggung" biar lebih efektif
    Selesai Selesai
  • "Melalui sungai Ciliwung mereka menyebar ..." -> "Melalui sungai Ciliwung, mereka menyebar ..." (tambah koma)
    Selesai Selesai
  • "Hal berbeda pada komunitas Betawi Tengah ..." --> "hal ini berbeda pada komunitas Betawi Tengah ..."
    Selesai Selesai
  • "Biasanya mereka tinggal ..." --> "Biasanya, mereka tinggal ..." (koma)
    Sepertinya sama saja  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
  • "Umumnya hunian mereka ..." --> "Umumnya, hunian mereka ..." (koma)
    Sepertinya sama saja  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
  • "Kolong fungsinya ..." --> ubah ke "Kolong berfungsi ..." (agar predikat jelas)
    Selesai Selesai
  • "Lalu konsep tersebut berkembang ..." --> "Lalu, konsep tersebut berkembang ..." (koma)
    Sepertinya sama saja  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
  • "Pengaruh bisa dilihat ..." -> tambahkan "-nya" ke pengaruh (agar lebih mudah dipahami + konsisten sama "perbedaannya" di bawah)
    Selesai Selesai
  • "..tidak terlihat.[38]." -> titik terakhir dihapus
    Selesai Selesai
  • "Beberapa diantaranya" --> "Beberapa di antaranya" ("antaranya" bukan kata kerja)
    Selesai Selesai
  • "bermaksud untuk mencari nafkah" --> "dengan maksud mencari nafkah" (agar struktur keterangan kalimat jelas)
    Selesai Selesai
  • "Biasanya oleh orang Betawi serambi depan ..." -> "Biasanya oleh orang Betawi, serambi depan ..." (koma)
    Aku ganti jadi "Biasanya orang Betawi menjadikan serambi depan sebagai tempat belajar mengaji "  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
  • "Menurut ajaran Islam dua tiang tersebut ..." -> "Menurut ajaran Islam, dua tiang tersebut ..." (koma)
    Selesai Selesai
  • "... dan lain-lain. biasanya di sebelah kanan ..."
    • "Biasanya" -> B besar
      Selesai Selesai
    • "Biasanya, di sebelah kanan.." (koma)
      Sepertinya sama saja  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
  • "... tanpa daun, Sering kali bagian ..."
    • koma ganti titik
      Sudah  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
    • "Sering kali, bagian ..." (koma)
      Sepertinya sama saja.  Mimihitam  4 Juni 2019 18.57 (UTC)
  • "Tujuan berubah tidak hanya ..." --> tambah "mereka" setelah "tujuan"
    Selesai Selesai
  • "... tetapi sekaligus menjajah setelah VOC bubar kemudian berganti menjadi pemerintah Kolonial Hindia Belanda." mungkin bagian yang ditebalkan dihapus saja, biar lebih nyambung?
    Selesai Selesai
  • "Pangaruh" --> "Pengaruh"
    Selesai Selesai
  • "Sementara kamar mandi, dapur ..." --> "Sementara itu, kamar mandi, dapur ..." (koma)
    Selesai Selesai
  • "... dalam budaya Melayu berupa ..." --> "... dalam budaya Melayu yang berupa ..." (agar struktur keterangan jelas)
    Selesai Selesai
  • "memiiliki" --> "memiliki"
    Selesai Selesai
  • "... seseorang itu hidupnya harus bermanfaat buat orang lain ..."
    • "seseorang itu hidupnya" bagusnya diganti ke "hidup seseorang" biar lebih baku\
      Selesai Selesai
    • "buat" --> ganti ke "untuk" biar baku
      Selesai Selesai
  • "... rumah etnik Betawi di manapun" --> "pun" pada "manapun" dipisah biar sesuai KBBI
    Selesai Selesai
  • "Gigi Belalang" --> bagusnya huruf kapital dikecilkan saja, menyesuaikan dengan penulisan istilah yang huruf pertama per katanya cenderung kecil
    Selesai Selesai
Arsitektur
  • "Ada yang menyerupai gaya bangunan Jawa, Sunda, Melayu bahkan bangunan Eropa namun dalam bentuk yang sederhana." Ganti dengan "tetapi" dan tambahkan koma sebelumnya, karena "namun" itu cuma dipakai di kalimat baru (misal "...bahkan bangunan Eropa. Namun, penerapannya tetap dalam bentuk yang sederhana.")
    Selesai Selesai
  • Pranalakan Ridwan Saidi (yang paling awal)
    Selesai Selesai bagian ini ada dalam literatur tesis, maka saya drop
  • "Hunian Betawi di pesisir tidak tampak adanya pola yang seragam dalam mengikuti arah mata angin atau orientasi tertentu". Biar efektif, ganti ke: "Hunian Betawi di pesisir tidak menampakkan adanya pola yang seragam"
    Selesai Selesai
  • "... dan rumah panggung.[1]." --> titik terakhir dihapus
    Selesai Selesai
  • "Tidak seperti etnis Tionghoa..." --> "Hal ini berbeda dengan etnis Tionghoa..." ("tidak seperti" lebih cocok dipakai sebagai penyambung dalam satu kalimat yang sama, tetapi kalimat akan lebih panjang dan kurang nyaman dibaca)
    Selesai Selesai
  • "Orang Betawi tidak mengenal ketentuan seperti kedua etnis tadi." --> bagusnya dihapus saja, sudah dijelaskan dalam satu/dua kalimat sebelumnya
    Selesai Selesai
  • "di Marunda berlaku seperti itu, tujuannya" --> "tujuannya" diganti "dengan tujuan" ("tujuannya" lebih cocok untuk pengawal kalimat baru)
    Selesai Selesai
  • "dengan ilmu feng shuinya" --> "feng shui-nya" (karena istilah feng shui adalah istilah asing, gunakan tanda pemisah)
    Selesai Selesai
  • "Bagian belakang rumahnya ditempatkan dapur tidak jauh dari aliran sungai." --> "Dapur ditempatkan di bagian belakang rumah yang tidak jauh dari aliran sungai." (menyempurnakan konteks, agar jangan berkesan "dapur menempatkan bagian belakang rumah")
    Selesai Selesai
  • "... dengan tujuan serupa dengan masyarakat Betawi Pesisir. Tujuannya hampir mirip dengan komunitas Betawi Pesisir." --> bagian yang ditebalkan dihapus saja agar efektif
    Selesai Selesai
  • Keterangan gambar: "membelakangii" --> "membelakangi"
    Selesai Selesai
Pembuatan
  • Pranalakan Kayu Nangka dengan artikel "Nangka"
    Selesai Selesai
  • "Lokasi paling ideal adalah berdekatan..." biar jelas berdekatan dengan siapa, tambah: "...adalah saling berdekatan..."
    Selesai Selesai

Dari saya itu dulu. Saat perubahan-perubahan yang mendasar (dari tinjauan teman-teman pengguna lain) udah selesai, saya bakal lanjut ninjau lagi. Dhio270599 9 Mei 2019 09.09 (UTC)

  • Dear Pak Dhio, karena saran Pak Mimi Hitam soal Tesis dan Skripsi yang tidak dianjurkan, maka artikel saya jadi berubah, mohon tolong dicek kembali Pak jika berkenan :)
Olobaho: tinjauannya sudah di-update. :) Dhio270599 28 Mei 2019 00.17 (UTC)

@Dhio270599 aku sudah kerjakan masukan-masukannya, monggo dilanjutkan kalau masih ada lagi.  Mimihitam  4 Juni 2019 19.02 (UTC)

Mimihitam: Terima kasih banyak atas bantuannya, Bang Dhio270599 29 Juni 2019 01.15 (UTC)

Komentar dari Masjawad99

Numpang lewat Saya baru baca sekilas, ini ada beberapa saran:

Bagian pembuka
  • Menurut saya, sebaiknya hindari penggunaan catatan kaki di bagian pembuka, terutama catatan 1-6. Memang tidak wajib, tapi bagian pembuka semestinya menjadi ringkasan dari seluruh artikel, sehingga tidak perlu lagi diberi catatan kaki; kecuali memang ada klaim yang dapat diperdebatkan (seperti masalah "hampir punah" itu). Sebaliknya, pernyataaan di bagian isi harus didukung oleh sebanyak mungkin sumber yang te(r)percaya.
    Selesai Selesai Sudah saya drop Pak, apalagi sumber catatan kakinya dari skripsi atau tesis
  • "Rumah Panggung Betawi merupakan salah satu alternatif model rumah tinggal tradisional..." --> "merupakan sebuah model" lebih baik
    Sudah saya ganti Pak, mohon dicek:)
  • @Olobaho: Menurut saya bagian pembukanya malah tambah melenceng ke mana-mana. Kayaknya harus dirombak total, deh. Berikut saran-saran tambahan dari saya, semoga bisa diterima:
    • Paragraf pertama dan kedua sebaiknya dipindahkan ke isi (saya kurang tahu masuk di mana biar pas, mungkin tambahkan #Definisi atau semacamnya?).
      Sudah  Mimihitam  6 Juni 2019 16.02 (UTC)
    • Pindahkan paragraf ketiga (mulai dari Berbagai etnis... hingga ... dan lain-lain) ke bagian awal #Pengaruh (sebelum membahas pengaruh spesifik).
      Sudah  Mimihitam  6 Juni 2019 16.02 (UTC)
    • Ringkas seluruh bagian artikel; jelaskan secara singkat definisinya, arsitekturnya (mungkin sentuh sedikit tentang tata ruang), pantangan dan aturan, dsb. Ini tidak perlu ditambah catatan kaki lagi. Atau kalaupun ditambah, tidak perlu terlalu banyak.
      Sudah  Mimihitam  6 Juni 2019 16.02 (UTC)
  • Satu lagi, #Pantangan & Aturan --> #Pantangan dan aturan.
    Selesai Selesai
Sejarah
  • Kalau judul artikelnya "Rumah Panggung Betawi" bahas langsung sejarah rumah panggungnya, jangan menambahkan detail yang tidak perlu. Bagian tentang asal-usul suku Betawi dan subetnisnya bisa dipindahkan ke artikel suku Betawi. Jika ingin membahas, sentuh sedikit saja (mungkin satu atau dua paragraf), dan apa kaitannya dengan model bangunan ini.
    Saran Bapak soal sejarah saya ganti jadi Latar belakang Pak, bagaimana? mohon dicek:)
    Hmm, menurut saya sebaiknya bagian #Latar belakang itu cukup membahas suku Betawinya saja; untuk pengaruh dari budaya lain, pisahkan jadi bagian #Pengaruh.(bicara) 16 Mei 2019 20.02 (UTC)
    Selesai Selesai
  • Mungkin bisa ditambahkan kapan pertama kali ada catatan mengenai Rumah Panggung Betawi.
    Sepertinya keterangan yang ini sudah untuk dicari.  Mimihitam  4 Juni 2019 15.13 (UTC)
  • Hanya huruf pertama subjudul atau subbagian yang perlu dikapitalisasi (kecuali nama); pakai "Mulai punah" alih-alih "Mulai Punah".
    Selesai Selesai
Arsitektur
  • Tambahkan catatan kaki di setiap pernyataan yang menambahkan informasi baru agar mudah mengeceknya.
    Selesai Selesai
  • Gunakan number list untuk bagian #Atap.
    Selesai Selesai
    @Mimihitam ini belum nih. Juga sekalian, sepertinya penggunaan huruf kapital di dalam artikelnya perlu diseragamkan. Seingat saya, nama jenis tidak perlu pakai huruf kapital, misalnya rumah panggung atau rumah joglo. Kecuali jika menunjukkan kekhasan budaya, seperti rumah panggung Betawi. Masjawad99💬
    @Masjawad99 aku ganti jadi bentuk paragraf, dan kapitalisasinya sudah dibenarkan.  Mimihitam  7 Juni 2019 07.35 (UTC)
Pembuatan
  • Gunakan cetak miring untuk nama subbagian yang asing, seperti balaksuji dan zoning.
    Selesai Selesai
  • #Proses Pembangunan --> #Proses pembangunan
    Selesai Selesai
Tambahan
  • @Mimihitam: Pengaruh Bugis terlihat jelas pada rumah panggung si Pitung di kawasan Betawi Pesisir, Marunda Jakarta Utara. --> Perlu dijabarkan lagi bagian mananya yang pengaruh Bugis. Yang sekarang isinya malah sejarah Rumah si Pitung.
    @Masjawad99 Menurut pengakuan penulisnya di bawah:
saya sudah mencoba mencari dimana mirip/pengaruhnya rumah bugis/makassar terhadap rumah si pitung (termasuk sumber2 dari pemprov DKI Jakarta sendiri), namun tidak ditemukan. Literatur yang saya dapatkan selalu dinyatakan bahwa si pemilik rumah keturunan orang Bugis/Makassar, namun tanpa menjelaskan dengan rinci bagaimana arsitektur rumah Bugis diaplikasikan pada rumah yang dibangunnya (rumah si pitung). Mohon arahannya pak :)

Jadi paragrafnya aku hapus, dan bagian "lain-lain" aku ganti jadi Melayu (isinya pun sebenarnya sebelumnya sudah saya pindahkan ke Rumah si Pitung).  Mimihitam  8 Juni 2019 11.23 (UTC)


Mungkin itu saja dulu untuk saat ini, nanti kalau sempat saya periksa lebih detail lagi.  Masjawad99  (bicara) 2 Mei 2019 20.34 (UTC)

  • Terimakasih Pak Masjawad99 buat masukannya, saya akan revisi

Komentar dari HaEr48

Bagian pembuka
  • Kalimat pertama harusnya menuliskan definisi yang jelas. Yang sekarang ini sepertinya definisinya tautologis ("rumah Betawi.. yang tidak menggunakan panggung"). Coba dijelaskan dengan definisi yang positif, misal "rumah ... yang lantainya tidak berada di permukaan tanah", dan seterusnya, lalu di kalimat selanjutnya baru dijelaskan kontrasnya dengan rumah tradisional yang lain.
    Selesai Selesai
  • Seperti disebutkan penijau lain, bagian pembuka harusnya berisi rangkuman dari bagian-bagian lain.
    saya sudah ganti Pak, mohon dicek
Sejarah

Bagian ini menjelaskan latar belakang suku Betawi, lalu tau-tau lompat pada saat Rumah Panggung "mulai punah". Agar runut, seharusnya dibicarakan dulu asal-usul rumah panggung, kapan masa puncaknya, dan sejak kapan mulai punah.

  • saya sudah ganti Pak, mohon dicek
Gaya bahasa
  • Gaya bahasa yang dianjurkan di Wikipedia sedikit berbeda dengan yang banyak ditemu di media massa. Contohnya, kita lebih suka bahasa yang dingin dan netral, menggunakan istilah jelas/eksplisit (misal "termasuk X, Y" alih-alih "sebut saja X, Y", atau "Rumah tradisional Betawi yang lebih dikenal masyarakat adalah Rumah Darat" alih-alih "Banyak yang mengenali rumah tradisional Betawi sebagai Rumah Darat"), dan menyingkat embel-embel kata yang tidak perlu. Aku sudah ubah beberapa di sini, agar diperhatikan untuk selanjutnya.
    Baik Pak, terimakasih buat tutorialnya :)
  • Selain itu, seperti disebutkan peninjau lain, referensi itu bisa dibilang wajib. Tulisan artikel ini dasarnya harusnya bukanlah pengetahuan pribadi Bung sebagai penulis, tetapi dari buku-buku, jurnal, atau sumber tepercaya lainnya, sehingga bisa diverifikasi.
    saya sudah revisi Pak, memang telah diminta oleh Pak Mimi Hitam :)

-- Segitu dulu, nanti aku lanjutkan baca lagi dan kasih saran lagi. HaEr48 (bicara) 3 Mei 2019 14.09 (UTC)

  • Terimakasih Pak buat masukannya, saya akan revisi
Latar belakang
  • Rumah-rumah komunitas Betawi Pinggir terpengaruh oleh arsitektur Sunda: maksud istilah "Betawi Pinggir" belum dijelaskan, mungkin bisa dijelaskan dalam tanda kurung. ,osa; "Betawi Pinggir (Betawi yang ….)"
    Betul Pak, sudah saya kerjakan. Saya bikin subbab tersendiri :)
  • Hanya saja penyebutannya berbeda. Pada orang Sunda tangga tadi disebut golodog, sedang orang Betawi menyebutnya balaksuji. Tolong perpendek kalimat-kalimat seperti ini. Tidak perlu berbunga-bunga, lebih baik ringkas saja tapi padat. Misal: "Orang Sunda menyebut tangga ini golodog, sementara orang Betawi menyebutnya balaksuji."
    Selesai Selesai
  • Sementara pada potongan rumah Joglo Betawi, hal demikian tidak terlihat Tolong dijelaskan, maksudnya tidak ada tiang, ataukah ada tiang tetapi tidak berfungsi membagi ruangan?
    sudah saya revisi :)
  • Lalu soal tiang. Jarang ditemui pada rumah orang-orang Betawi bertiang polos. Biasanya tiang memiliki ukiran. Penggunaan ukiran ini adalah pengaruh dari kebudayaan etnis Tionghoa Perbaiki kalimatnya agar lebih ringkas dan tidak berbunga-bunga
    sudah saya revisi :)
  • Belanda menjajah Bumi Nusantara selama 350 tahun Angka ini menurutku tidak bisa dipertanggungjawabkan. Misal 1945 dikurangi 350 saja sudah 1595 dan ketika itu Belanda belum punya kekuasaan apa-apa di Nusantara. Menurutku lebih baik diganti saja dengan tahun mulai berkuasanya Belanda di Batavia, misal "Bangsa Belanda mulai berkuasa di Batavia sejak … hingga …"
    Selesai Selesai
  • Pangaruh Belanda cukup kental pada arsitektur rumah Betawi. Beberapa pengaruh dimaksud adalah ruangan utama yang terhubung langsung dengan beranda depan dan posisi kamar tidur terletak di sebelah kanan dan kiri ruang utama. Lalu kamar mandi, dapur, serta gudang terpisah dari ruang utama. Posisi biasanya ada di bagian belakang bangunan utama Ringkas lagi kata-katanya, dan diperdingin.
    sudah saya revisi :)
  • konsol besi: Apakah bisa diberi pranala atau penjelasan singkat apa yang dimaksud dengan "konsol besi"?
    sudah saya revisi :)
  • ornamen-ornamen pucuk rebung yang bentuknya lancip mirip tombak: Oke, bentuknya mirip tombak, tetapi apa jenis ornamen ini? Letaknya di mana? Dan apa itu pucuk rebung?
    sudah saya revisi :)
  • Sama dengan "lisplang gigi balang"
    sudah saya definisikan :)
  • Pengaruh Bugis terlihat jelas pada rumah panggung si Pitung di kawasan Betawi Pesisir: Apa bisa dijelaskan apa yang spesial dengan rumah ini sehingga disebutkan segala?
    saya sudah mencoba mencari dimana mirip/pengaruhnya rumah bugis/makassar terhadap rumah si pitung (termasuk sumber2 dari pemprov DKI Jakarta sendiri), namun tidak ditemukan. Literatur yang saya dapatkan selalu dinyatakan bahwa si pemilik rumah keturunan orang Bugis/Makassar, namun tanpa menjelaskan dengan rinci bagaimana arsitektur rumah Bugis diaplikasikan pada rumah yang dibangunnya (rumah si pitung). Mohon arahannya pak :)
    Karena agak ngambang, paragrafnya sudah aku pindahkan ke Rumah si Pitung  Mimihitam  8 Juni 2019 11.26 (UTC)
  • "bukanlah milik si Pitung" Tolong ijelaskan ringkasnya siapa itu Si Pitung.
    sudah saya pranalakan Pak :)
Arsitektur
  • Yang membuat rumah tradisional Betawi berbeda dengan daerah-daerah yang disebutkan tadi adalah detail dan peristilahannya: Tolong dijelaskan apa yang dimaksud dengan "detail" dan "peristilahan"
    sudah saya revisi, dengan menjelaskan sedikit apa yang dimaksud dengan detail dan peristilahan :)
  • "Kolong panggung rumah di Marunda biasanya tidak dimanfaatkan": Supaya relevansi Marunda di sini jelas, sebelumnya tolong disebutkan Rumah si Pitung ini berada di Marunda.
    Selesai Selesai
  • Pada atapnya terdapat lembayung: Tolong dijelaskan atau dipranalakan apa itu lembayung
    Selesai Selesai saya salah kutip, yang dimaksud adalah selembayung, bukan lembayung. Sudah saya pranalakan
  • Pada Rumah Gudang bentuk atapnya ada yang pelana dan ada yang perisai yang tersusun dari kerangka kuda-kuda. Apakah ada pranala mengenai kedua istilah ini dalam konteks bentuk atap? Kalau tidak, tolong diberi penjelasan singkat dalam tanda kurung
    sudah saya revisi :)
  • ditambah sebuah elemen struktur yang disebut jure: Tolong dijelaskan "jure" ini. Kalau cuma menyebutkan istilah-istilah tanpa dijelaskan, bagaimana pembaca bisa mengerti apa yang dimaksud?
    sudah saya ganti literaturnya yang lebih mudah dimengerti :)
  • "batang tekan miring", "batang tarik tegak": Tolong dijelaskan atau digunakan kata yang lebih mudah dimengerti
    sudah saya ganti literaturnya yang lebih mudah dimengerti :)
  • topi, dak, atau markis: ini juga
    sudah saya ganti literaturnya yang lebih mudah dimengerti :)
  • Atapnya berbentuk pelana tolong dijelaskan
    sudah saya revisi :)
  • Jika Rumah Joglo di Jawa menggunakan soko guru: Tolong soko guru dijelaskan atau digunakan kata yang lebih mudah dimengerti
    sudah saya revisi :)
  • Rumah Betawi yang menggunakan konsep panggung struktur pondasinya menggunakan umpak. Pondasi umpak sendiri merupakan batu berbentuk persegi berukuran sekitar 20 cm x 25 cm.: Bisa dipersingkat, misal: "Rumah Betawi yang menggunakan konsep panggung struktur pondasinya menggunakan umpak, yaitu batu berbentuk persegi berukuran sekitar 20 cm x 25 cm."
    Selesai Selesai
  • Pembagian ruang rumah etnik Betawi, khususnya yang berpanggung, dipengaruhi oleh budaya Sunda dan Jawa. Hanya saja berbeda dalam hirarkinya. Ruang-ruang pada rumah adat Sunda dan Jawa melambangkan hirarki antara laki-laki dan perempuan. Pada rumah Betawi hirarki jenis kelamin tersebut tidak diberlakukan. Bisa disingkat jadi satu atau dua kalimat dengan mengurangi pengulangan informasi
    Selesai Selesai
  • Tapang adalah bale bale yang terbuat dari bambu...  : bale bale itu apa belum dijelaskan
    Sudah aku ganti  Mimihitam  6 Juni 2019 15.40 (UTC)
  • Hal ini merupakan wujud kepedulian sosial orang Betawi kepada orang lain. Didinginkan/dinetralkan sedikit kalimatnya. Mungkin bisa digabung dengan kalimat sebelumnya juga
    Sudah kuhapus  Mimihitam  6 Juni 2019 15.39 (UTC)
Pembuatan
  • Aku ubah sedikit cara penulisan beberapa kalimat agar lebih terasa netral, dingin dan ringkas. [4] Silakan diperiksa.
    Terima kasih
  • Awalnya tanah dikeraskan terlebih dahulu menggunakan pecahan: Tolong dijelaskan apa "pecahan" yang dimaksud
    Sudah ditambahkan: pecahan karang.
  • "Setelah urusan tanah siap, kini saatnya membuat rangka" Gunakan gaya bahasa ensiklopedia, bukan buku panduan. Misal, "Pembuatan rangka dilakukan setelah perataan tanah"
    Selesai Selesai
  • Sama juga dengan berikut tolong ditulis dengan gaya ensiklopedia:
    • Setelah lantai selesai lalu berlanjut membuat dinding rumah.
      Selesai Selesai
    • Setelah selesai kini waktunya membuat langit-langit rumah
      Selesai Selesai
    • Setelah bagian-bagian penting dibuat dan dipasang, lalu saatnya membuat ruangan.
      Selesai Selesai
    • Dengan formasi tiang 4x5m, berarti terdapat empat ruang yang berderetan
      Selesai Selesai
    • Hal yang dilaksanakan kemudian adalah membuat bangunan tambahan.
      Menurutku kalimat ini nggak masalah, namanya juga mendeskripsikan proses, asalkan sudut pandangnya tetap orang ketiga.  Mimihitam 
  • Pemasangan papan dilakukan tanpa jarak dengan menggunakan paku: Apa maksud "tanpa jarak"?
    Sudah aku ganti.  Mimihitam  6 Juni 2019 15.39 (UTC)
  • Banyak kalimat fragmen - seharusnya tiap kalimat ada subjek dan prediket. Bisa ditambahkan agar jadi kalimat yang benar, atau digabung dengan kalimat sebelumnya saja.
    • Didirikan di atas 12 umpak dengan pondasi 3x4 m.
      Selesai Selesai
    • Tidak begitu besar, hanya 1x1 m dan dibangun tanpa atap
      Selesai Selesai
  • Atap bangunan tambahan merupakan genteng merah yang disusun sedemikian rupa: Tolong dijelaskan maksudnya "sedemikian rupa".
    Sudah aku hapus  Mimihitam  6 Juni 2019 15.39 (UTC)
Pantangan dan aturan
  • Aku ubah sedikit cara penulisannya, silakan dilihat [5] Sebagai ensiklopedia, Wikipedia seharusnya tidak menuliskan kepercayaan adat seperti "Kalau X melakukan Y maka hidupnya akan penuh musibah" dan sebagainya. Seharusnya, kalau memang ada adat seperti itu Wikipedia menyebutkan bahwa "berdasarkan adat, …." atau semacamnya, agar jelas bahwa ini bukan pernyataan ensiklopedia secara langsung.

Terima kasih

Penutup

Dari segi materi, aku rasa artikel ini sudah sangat bagus dan layak untuk diusahakan berstatus AP. Masalah terbesar adalah penulisannya yang sering kurang cocok dengan gaya bahasa ensiklopedia. Misalnya, kalimat-kalimat fragmen, pengulangan informasi untuk menggemukkan paragraf, informasi yang agak lebay atau kurang dingin, dan seterusnya. Tolong diperiksa poin-poin di atas, dan dibaca ulang juga artikelnya kalau-kalau ada masalah serupa yang bisa diperbaiki. Terima kasih atas kerja keras penulis Olobaho. HaEr48 (bicara) 27 Mei 2019 19.56 (UTC)


@Olobaho maaf Pak Olo, saya lihat artikelnya masih perlu dilanjutkan peninjauannya (dan masih ada beberapa masukan di atas yang perlu dikerjakan). Walaupun untuk Wiki Jelajah sudah lewat tenggat waktunya, semoga Bapak berkenan untuk melanjutkan peninjauannya sampai jadi AP supaya mutu artikelnya makin baik lagi dan supaya nanti bisa dipajang di Halaman Utama . Terima kasih.  Mimihitam  14 Mei 2019 17.55 (UTC)

  • siap pak mimi Hitam, sudah saya kerjakan sampe jam 24:00 tadi hehehe :)

@HaEr48 @Masjawad99 mengingat Pak Olo sepertinya sedang sibuk, pengusulan ini aku ambil alih, dan aku sudah kerjakan saran-sarannya. Silakan kalau masih ada masukan lagi.  Mimihitam  6 Juni 2019 16.03 (UTC)

Terima kasih bung Mimihitam. Aku rasa sekarang sudah OK. Bagaimana peninjau lain, Hanamanteo, Dhio270599 dan Masjawad99? HaEr48 (bicara) 27 Juni 2019 06.37 (UTC)
@HaEr48 dan Mimihitam: Dari saya sudah gak ada lagi. Mendukung Mendukung sebagai AP. Masjawad99💬 27 Juni 2019 07.34 (UTC)

Kesimpulan

Artikel ini telah ditinjau oleh setidaknya 5 pengguna,

  • Hanamanteo: komentar dari Hanamanteo telah selesai diperbaiki oleh pengusul.
  • Mimihitam: komentar dari Mimihitam telah selesai, juga ada perbaikan yang dikerjakannya.
  • Dhio270599: komentar dari Dhio270599 telah selesai diperbaiki oleh pengusul dan pengguna lain.
  • Masjawad99: komentar [awal] dari Masjawad99 telah selesai diperbaiki oleh pengusul, namun demikian tidak ada saran perbaikan lebih lanjut, dan telah selesai memeriksa.
  • HaEr48: komentar dari HaEr48 telah selesai diperbaiki oleh pengusul dan pengguna lain.

Sebelum melakukan penutupan ini, saya juga memperbaiki sedikit dengan mencoba menghapus referensi dengan galat tanggal, juga perubahan kosmetik yang mana menggunakan spasi sebelum tanda titik dua.

Dengan 5 tinjauan dan seluruh saran telah dikerjakan, maka pengusulan artikel ini ditutup dan dinyatakan disetujui. Albertus Aditya (bicara) 29 Juni 2019 04.55 (UTC)


Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.