Home page

Bantuan · Komunitas · Portal · Isi pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 328 artikel pilihan dari 509.150 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.552 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
2020 2021
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Miniatur dari Skylitzes Matritensis yang menggambarkan pengepungan Amorion oleh pasukan Abbasiyah

Penjarahan Amorion yang dilancarkan oleh Kekhalifahan Abbasiyah pada pertengahan Agustus 838 merupakan salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Peperangan Arab-Bizantium. Pasukan Abbasiyah dipimpin secara langsung oleh Khalifah al-Mu'tashim (memerintah 833–842) dan bertujuan membalas penyerangan oleh Kaisar Bizantium Teofilos (memerintah 829–842) terhadap wilayah perbatasan kekhalifahan setahun sebelumnya. Khalifah al-Mu'tashim menyerang Amorion, sebuah kota Bizantium di Anatolia bagian barat, karena tempat tersebut adalah tempat kelahiran dinasti pemerintahan Bizantium dan salah satu kota terbesar dan terpenting di wilayah Bizantium pada masa itu. Sang khalifah berhasil mengumpulkan pasukan dalam jumlah yang besar, yang kemudian ia bagi menjadi dua. Kedua pasukan ini lalu menyerbu dari timur laut dan selatan. Pasukan timur laut berhasil mengalahkan pasukan Bizantium yang dipimpin oleh Teofilos di Anzen, alhasil pasukan Abbasiyah dapat memasuki pedalaman Asia Kecil dan berkumpul di Ankira, yang mereka temukan dalam keadaan ditinggalkan. Setelah menjarah kota tersebut, mereka bergerak ke arah selatan menuju Amorion. Mereka tiba di kota tersebut pada 1 Agustus. Teofilos sendiri tidak dapat mengirimkan bala bantuan ke Amorion akibat persekongkolan di Konstantinopel dan pemberontakan kontingen Khurramiyah. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Kampanye militer Kediri (1678)Muhammad NatsirHipatia


Pasukan VOC menyerbu Kediri. Digambarkan dalam sebuah novel anak-anak Belanda tahun 1890.

Kampanye militer Kediri berlangsung dari bulan September hingga November 1678 semasa Pemberontakan Trunajaya. Pasukan Kesultanan Mataram yang dipimpin Amangkurat II dan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) yang dipimpin oleh Anthonio Hurdt berpawai menuju pedalaman Jawa bagian timur melawan pasukan Trunajaya. Kampanye militer ini mencapai puncaknya dengan direbutnya ibu kota dan benteng Trunajaya di Kediri pada tanggal 25 November, diikuti dengan penjarahannya oleh pemenang Belanda dan Jawa. Trunajaya sendiri melarikan diri dari Kediri dan melanjutkan pemberontakannya sampai penangkapannya pada akhir tahun 1679. Selama perjalanan menuju Kediri, tentara Mataram-VOC dengan sengaja memecah pasukannya menjadi beberapa barisan, yang mengambil rute panjang yang berbeda-beda menuju Kediri. Strategi ini disarankan oleh Amangkurat agar pasukan ini bertemu dengan lebih banyak orang dan agar mereka yang masih bimbang berpihak kepada siapa jadi bergabung dengan Mataram dan VOC setelah melihat kekuatan pasukan ini. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Muhammad NatsirHipatiaDouglas MacArthur

Amir Hamzah
Boeah Rindoe adalah kumpulan puisi karya Amir Hamzah (gambar) tahun 1941. Puisi-puisinya berasal dari tahun-tahun pertama Amir di Jawa, antara 1928 dan 1935. Menurut Anthony Johns dari Universitas Nasional Australia, puisi-puisi tersebut disusun secara kronologis, seperti yang ditunjukkan oleh semakin matangnya gaya penulisan Amir. Koleksi tersebut meliputi dua puluh tiga puisi berjudul dan dua karya tak berjudul. Terdapat sepuluh puisi yang sebelumnya pernah diterbitkan, termasuk karya-karya pertama yang diterbitkan Amir (keduanya dari 1932), "Mabuk..." dan "Sunyi". Dalam Buah Rindu, Amir menunjukkan ketertarikannya dalam menggunakan bentuk puisi Melayu tradisional seperti pantun. Namun, tidak seperti bentuk tradisional yang sangat saklek, ia mencampur pola rimanya. Buah Rindu diterbitkan secara keseluruhan dalam majalah Poedjangga Baroe edisi Juni 1941, sebuah majalah yang Amir bantu dirikan pada 1933. Karya tersebut kemudian diterbitkan ulang sebagai buku yang berdiri sendiri oleh Poestaka Rakjat di Jakarta. (Selengkapnya...)

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula